JAKARTA – Kapal induk pertama TNI AL, KRI Sriwijaya, merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat, (18/9/2026). Sebelum memasuki perairan Indonesia, kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi itu menempuh pelayaran lebih dari 20 hari dari Italia dan sempat bersandar di Sri Lanka.
"Kapal induk ini tiba di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026," tulis keterangan resmi yang diterbitkan Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut.
Kapal induk ini rencananya akan menjadi bagian dari penguatan kemampuan matra laut TNI, khususnya dalam mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan seperti yang telah menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Spesifikasi dan Rekam Jejak Tempur
Dilansir beragam sumber, kapal ini ditenagai dengan empat turbin gas CODAG Fiat yang dibangun di bawah lisensi dari GE, menghasilkan daya berkelanjutan sebesar 81,000 hp (60 MW).
Dengan menggerakkan dua poros, kapal tersebut memiliki kecepatan maksimum 30 knot (56 km/h; 35 mph) dan bisa berlayar sejauh 7.000 mil laut (13.000 km; 8.100 mi) pada kecepatan sekitar 20 knot (37 km/h; 23 mph).
Kapal ini dilengkapi dengan empat sistem peluru kendali darat ke darat jarak pendek Otomat Mk2 yang dipasang di buritan kapal dan dua peluncur torpedo tiga tabung ILAS.
Pertahanan disediakan oleh dua peluncur SAM delapan sel yang menembakkan rudal SARH Aspide, dan tiga CIWS Oto Melara Kembar 40L70 DARDO.
Kapal itu juga memiliki beberapa penangkal, termasuk dua peluncur SCLAR dua puluh laras untuk sekam, umpan, suar, atau pengacau, sistem anti-torpedo SLQ-25 Nixie dan SLAT serta sistem ECM. Kapal ini mengalami modernisasi pada tahun 2003 dan restrukturisasi besar-besaran pada tahun 2013.
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi terlibat dalam berbagai operasi militer selama bertugas di Angkatan Laut Italia. Diantaranya saat militer Italia mengerahkan pesawat tempur Harrier AV-8B II+ yang diterbangkan dari Giuseppe Garibaldi dari tanggal 13 Mei hingga awal bulan Juni 1999 saat pecahnya Perang Kosovo di Balkan.
Pesawat-pesawat tersebut melakukan 30 serangan mendadak dalam 63 jam penerbangan. Pesawat-pesawat tersebut menggunakan bom Mk 82 GBU-16 dan rudal AGM-65 Maverick.
Kapal ini juga ikut terlibat dalam Operasi Restore Hope di Somalia untuk mendukung operasi amfibi kontingen Italia. Giuseppe Garibaldi kembali dikerahkan ke Somalia pada 1995 untuk mendukung kontingen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam UNOSOM Task Force.
Militer Italia juga berpartisipasi dalam Operasi Enduring Freedom di Afganistan menyusul serangan 11 September 2001 dan perang melawan teror yang dideklarasikan Presiden AS Bush.
Giuseppe Garibaldi ditugaskan sebagai kapal komando GRUPNAVIT I, Grup Angkatan Laut Italia ke-1, yang juga termasuk Zeffiro, tim patroli dan pemasok penerbang di Etna.
Kelompok tersebut berlayar dari Taranto pada tanggal 18 November 2001. Tugas yang dilakukan meliputi intersepsi, dukungan laut dan udara, dan interdiksi pesawat di Afganistan.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.