Gubernur Aleppo Azzam al-Gharib mengimbau warga untuk sementara waktu tetap berada di rumah. Dia mengatakan rumah sakit, ambulans, dan tim darurat telah berada dalam kondisi siaga penuh.
Komando Keamanan Dalam Negeri Aleppo juga menutup jalan-jalan menuju lokasi ledakan. Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sipil.
Seorang warga di kawasan Hamdaniyeh, Aleppo, mengatakan kepada AFP bahwa dirinya mendengar suara "ledakan besar". Saat naik ke atap rumah, dia melihat "kobaran api besar di kejauhan".
Insiden tersebut menambah daftar ledakan yang terjadi di Suriah dalam beberapa waktu terakhir. Negara itu masih dalam proses pemulihan setelah perang saudara selama lebih dari satu dekade, menyusul penggulingan penguasa lama Bashar al-Assad pada akhir 2024.
Pada Jumat, ledakan yang penyebabnya belum diketahui terjadi di sebuah lokasi militer di Provinsi Deir Az Zor, Suriah timur. Insiden tersebut menewaskan 11 orang.
Sebelumnya, awal bulan ini, ledakan di sebuah gudang senjata milik Kementerian Pertahanan di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, menewaskan 14 orang dan melukai 11 lainnya.
Lebih dari sepekan sebelumnya, lima orang juga tewas ketika sebuah kendaraan yang membawa amunisi meledak di wilayah yang sama.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.