Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ditjen PAS Dicecar DPR, Kenapa Hanya Ferdy Sambo yang Disebut di Kasus Lapas Cibinong?

Felldy Utama , Jurnalis-Senin, 28 September 2026 |16:52 WIB
Ditjen PAS Dicecar DPR, Kenapa Hanya Ferdy Sambo yang Disebut di Kasus Lapas Cibinong?
Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII DPR RI (Foto: Felldy Utama/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah anggota Komisi XIII DPR RI mencecar alasan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) hanya menyebut nama Ferdy Sambo saat memaparkan warga binaan yang diperiksa dalam polemik bangunan mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong.
Misalnya, Anggota Komisi XIII DPR RI Tonny Tesar mengaku heran hanya nama Ferdy Sambo yang ditonjolkan dari total 55 warga binaan terperiksa.

"Pertanyaan saya, kenapa ada nama Ferdy Sambo dalam pemeriksaan ini? Apakah termasuk warga yang sudah masuk ke kategori SAE atau ada hal lain sampai dikhususkan ditulis nama Ferdy Sambo yang dilakukan pemeriksaan? Yang lain tidak. Ada apa ini? Sehingga bisa ditulis atas nama Ferdy Sambo," tanya Tonny dalam rapat bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Tonny pun meminta Direktur Jenderal Imipas Mashudi memberikan penjelasan agar alasan penyebutan nama Sambo dalam paparan tersebut menjadi jelas. Pertanyaan yang sama juga datang dari Anggota Komisi XIII DPR RI lainnya, yakni Rieke Diah Pitaloka. Dia meminta penjelasan mengenai alasan hanya nama Sambo yang dicantumkan dalam paparan Ditjen Pas.

Legislator PDIP itu bahkan meminta agar seluruh warga binaan yang diperiksa dicantumkan, apabila memang ada alasan untuk menyebut identitas mereka.

"Kenapa hanya Ferdi Sambo yang disebutkan? Kenapa 21 yang ke asimilasi dan punya 33 kasus Tipikor tidak ditulis? Tulis, Pak, semuanya," ujarnya.

Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya kemudian ikut mempertanyakan penyebutan nama Sambo dalam paparan Ditjen Pas.
Willy menyoroti mengapa hanya satu warga binaan yang disebut secara spesifik. Sementara itu, Ditjen Pas juga memeriksa 21 warga binaan asimilasi dan 33 warga binaan perkara tipikor.
"Nah, ini, jadi kami ingin straight to the point. Kami ingin mendengarkan penjelasan-penjelasan yang ditanya oleh teman-teman," kata Willy.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement