Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: 8% Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |09:14 WIB
BMKG: 8% Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan
Cuaca hujan (Foto Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 8% Zona Musim (ZOM) di wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan hingga pertengahan Oktober 2026. 

“Sekitar 76% Zona Musim di Indonesia masih mengalami musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, sementara 8% telah memasuki musim hujan,” tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Jumat (16/10/2026).

Kondisi ini berpotensi memperpanjang kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah yang masih minim hujan, khususnya Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.

BMKG mengungkapkan, meskipun curah hujan secara umum diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang dapat mendukung pembentukan awan hujan dalam waktu yang relatif singkat. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif di sebagian wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara.

Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera, sedangkan Gelombang Kelvin diperkirakan aktif di sebagian wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar wilayah Kalimantan, pesisir selatan Jawa, sebagian besar Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

“Aktivitas gelombang atmosfer tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal, meskipun kondisi curah hujan secara umum masih cenderung rendah,” tulis BMKG.

BMKG menyebutkan pola pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua turut mendukung pemusatan massa udara serta pertumbuhan awan hujan.

“Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitarnya juga berkontribusi terhadap ketersediaan uap air di atmosfer,” jelas BMKG.

Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang secara lokal. “Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami kondisi kering pada skala dasarian, hujan signifikan tetap berpeluang terjadi pada skala harian di wilayah yang didukung dinamika atmosfer regional maupun lokal,” pungkas BMKG.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement