Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bencana Melanda Sejumlah Daerah, 443 KK Terdampak Kekeringan dan 128 KK Banjir

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 17 Oktober 2026 |16:34 WIB
Bencana Melanda Sejumlah Daerah, 443 KK Terdampak Kekeringan dan 128 KK Banjir
Warga dilanda kekeringan (Foto: BNPB)
A
A
A

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada Jumat hingga Sabtu, 16–17 Oktober 2026. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta banjir masih menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.

Kejadian pertama berupa karhutla di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat 16 Oktober sekitar pukul 15.07 WIB. Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Grobogan, luas lahan yang terbakar mencapai tiga hektare.

"Tim gabungan telah melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (17/10/2026).

Hingga laporan terakhir, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman serta terkendali. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Karhutla juga terjadi di kawasan Hutan Penggaron, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat. Peristiwa ini mengakibatkan sekitar empat hektare lahan terbakar.

BPBD Kabupaten Semarang bersama petugas pemadam kebakaran, Perhutani, Polres Semarang, dan warga melakukan penanganan di lokasi. Petugas turut membagikan masker kepada warga terdampak. Berdasarkan laporan terakhir, api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa.

Sementara itu, kekeringan melanda Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Jumat. Peristiwa ini dipicu tidak turunnya hujan dalam waktu cukup lama sehingga sumber mata air mengering. Sebanyak 443 kepala keluarga (KK) terdampak.

BPBD Kabupaten Muara Enim melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pihak setempat, serta menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada Jumat, sebanyak 30.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga terdampak.

Selain kekeringan, anomali cuaca juga terjadi di Pulau Sumatra. Banjir melanda Kampung Rendahan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Jumat. "Banjir dipicu luapan Sungai Parpayakan dan Sungai Sordang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari," ujarnya.

Berdasarkan laporan sementara, banjir berdampak pada sekitar 128 KK dan 90 unit rumah. Selain itu, dua fasilitas umum, satu akses jalan, dan satu jembatan turut terdampak. Hingga Jumat, banjir belum surut. Warga masih bertahan di rumah masing -masing dan belum mengungsi.

BPBD Kabupaten Simalungun bersama instansi terkait melakukan asesmen dan penanganan banjir. Kebutuhan mendesak yang teridentifikasi meliputi tali tambang atau tali pemandu untuk membantu akses di jalan yang tergenang, serta bahan pokok atau sembako bagi warga terdampak.

Menyikapi berbagai kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan kering. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melapor kepada petugas setempat agar dapat ditangani sedini mungkin.

Dalam menghadapi kekeringan, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak, menyimpan cadangan air bersih selama pasokan masih tersedia, serta memanfaatkan sumber air secara efisien. Pemerintah daerah dan masyarakat juga dapat berkoordinasi untuk memastikan distribusi air bersih menjangkau warga yang membutuhkan.

"Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir juga diharapkan tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas tinggi dan kenaikan muka air sungai. Warga diminta mengikuti arahan petugas, mengutamakan keselamatan saat evakuasi, serta memantau informasi dan peringatan dini dari sumber resmi, termasuk BNPB, BPBD, dan BMKG," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement