Personelnya harus mampu menyerap materi dengan cepat dan menerapkannya langsung di lapangan. Dalam proses pendidikan, porsi teori di dalam kelas hanya sekitar 20 persen. Sisanya berupa praktik langsung di medan hutan, laut, dan udara. Dengan demikian, setiap prajurit dituntut menguasai kemampuan di ketiga medan tersebut.
5. Penugasan Denjaka
Struktur organisasi Denjaka terdiri atas satu tim markas (HQ), satu tim teknis, dan empat elemen operasional. Mengutip buku Elite: Pasukan Khusus Indonesia (1950–2008), masing-masing elemen operasional memiliki tugas berbeda.
Detasemen I menangani operasi antiteror dan antipembajakan, sedangkan Detasemen II bertugas dalam serangan maritim dan misi pengumpulan intelijen. Detasemen III mengemban misi pencarian dan penyelamatan, sementara Detasemen IV bertanggung jawab atas pembongkaran bawah air.
Lewat seleksi ketat, latihan berat, dan struktur organisasi yang terbagi sesuai spesialisasi, Denjaka menjadi salah satu satuan yang berperan dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Sejak dibentuk pada 13 November 1984, kesiapsiagaan pasukan berjuluk “Hantu Laut” ini terus diasah untuk menghadapi berbagai ancaman di perairan Nusantara.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.