MOSKOW — Rusia telah menghentikan serangannya di Provinsi Kherson, Ukraina, seiring dengan mulai berlakunya gencatan senjata lokal yang dimediation oleh Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump. Gencatan senjata ini diterapkan guna memfasilitasi misi penyaluran bantuan ke Kota Oleshky, di Kherson Selatan yang saat ini diduduki oleh Rusia, yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi penghentian pertempuran ini dimulai pada Selasa (27/10/2026) pukul 01.00 GMT. Misi kemanusiaan ini akan memfasilitasi pengiriman bantuan serta memungkinkan evakuasi dari Oleshky, kota garis depan di Kherson yang kini mengalami kekurangan akut makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Dilansir Al Jazeera, kesepakatan tersebut diumumkan pada 23 Oktober dan ditengahi oleh Ibu Negara AS Melania Trump, dengan keterlibatan tambahan dari Paus Leo, di tengah upaya Washington untuk menghidupkan kembali perundingan damai antara Moskow dan Kyiv setelah lebih dari empat setengah tahun pertempuran berlangsung.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hingga 2.000 orang masih berada di Oleshky. Mereka tidak dapat pergi karena keberadaan ranjau peledak dan serangan pesawat nirawak (drone) di wilayah tersebut.
Kota tersebut, yang sebelum perang berpenduduk 24.000 jiwa, terletak di tepi timur Sungai Dnipro di wilayah Kherson yang diduduki sebagian, tepat di seberang Kota Kherson yang dikuasai oleh pasukan Ukraina. Pasukan Rusia merebut Oleshky pada hari-hari awal invasi mereka pada Februari 2022 dan terus menguasainya sejak saat itu.