Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KSP Jenderal Sigit Ungkap Ketahanan Pangan hingga Penegakan Hukum 2 Tahun Prabowo-Gibran

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2026 |12:40 WIB
KSP Jenderal Sigit Ungkap Ketahanan Pangan hingga Penegakan Hukum 2 Tahun Prabowo-Gibran
KSP Jenderal Sigit Listyo/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara tentang dua tahun pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Sigit, di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan ruang fiskal domestik, keberlanjutan, percepatan, serta efektivitas.

Seluruh program tersebut sangat ditentukan oleh kekuatan koordinasi dan penyelarasan antar-kementerian agar eksekusi kebijakan di tingkat akar rumput (frontline delivery) tetap dijalankan secara presisi dan tepat sasaran.

“Keberhasilan program-program prioritas nasional ditentukan oleh keselarasan antara perencanaan, pengawasan, dan pengendalian agar berjalan optimal serta tepat sasaran. Program strategis tersebut memerlukan pengawalan dan akselerasi berkelanjutan agar tidak tersendat oleh kendala birokrasi, regulasi, maupun koordinasi antarlembaga,” kata Sigit, Rabu (28/10/2026).

Namun pada titik ini, kata dia, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk memastikan setiap intervensi kebijakan dijalankan secara presisi, cepat, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Dinamika tata kelola dua tahun pertama memperlihatkan arti penting sinergi antara kepemimpinan yang responsif dan ekosistem kerja yang adaptif,”ujarnya.

Penerjemahan Visi Asta Cita ke dalam program kerja konkret bertumpu pada penyelarasan langkah lintas sektoral, baik di tingkat birokrasi, pemerintah daerah, maupun dunia usaha.

“Di tingkat eksekusi, penanganan hambatan operasional terus difokuskan pada pembenahan kendala teknis, kerapian regulasi, serta penyetaraan standar operasional di lapangan,” kata Sigit.

Sigit berpandangan, capaian nyata terlihat pada pelembagaan dan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, swasembada energi, perluasan perlindungan sosial, hingga penguatan ketahanan nasional dan stabilitas keamanan dalam negeri.

Pada program MBG, ia menyebutkan, tata kelola terus dievaluasi secara berkala agar pelaksanaannya semakin baik, transparan, dan efektif di lapangan. Terobosan penting terletak pada penataan rantai pasok lokal yang mengintegrasikan kelompok tani, peternak kecil, dan UMKM daerah ke dalam sistem pengadaan secara presisi, sehingga program ini sekaligus menjadi penggerak akselerasi roda ekonomi daerah.

“Pada pilar ketahanan pangan, energi, ketahanan nasional, serta penguatan ekonomi kerakyatan, capaian positif ditunjukkan melalui keberhasilan penyelarasan aturan distribusi pupuk bersubsidi, integrasi pemanfaatan lahan pertanian, kepastian harga di tingkat produsen, penyederhanaan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil, hingga efektivitas kedaulatan wilayah dan stabilitas Kamtibmas yang kondusif untuk mendukung iklim investasi,” ungkapnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement