Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Siapkan Kuota PPG 40 Ribu Guru dan Dorong Penguatan Kompetensi Digital

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 03 November 2026 |16:55 WIB
Pemerintah Siapkan Kuota PPG 40 Ribu Guru dan Dorong Penguatan Kompetensi Digital
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno
A
A
A

JAKARTA — Pemerintah meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui berbagai program strategis. Salah satunya dengan menyiapkan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi lebih dari 40 ribu guru, sekaligus melanjutkan program perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi ratusan ribu guru.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amin Suyitno, mengatakan, bahwa peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.

"Insya Allah, tahun ini kita memiliki kuota yang cukup besar untuk PPG 2026, yakni lebih dari 40 ribu guru. Saat ini persiapannya sedang berproses dan nanti akan diumumkan pada saatnya," ujar Amin di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Kemenag juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan dan perlindungan guru. Salah satunya melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang tahun ini kembali dilanjutkan dengan jumlah penerima mencapai ratusan ribu guru.

Amin menegaskan, perlindungan terhadap guru merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

"Penerima BPJS Ketenagakerjaan ini sudah dipetakan. Program ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama terhadap perlindungan dan kesejahteraan guru," katanya.

Amin juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema peningkatan kesejahteraan bagi guru non-ASN. Penyusunan skema tersebut dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, dia belum merinci bentuk kebijakan yang akan diterapkan karena proses penghitungan dan pembahasan masih berlangsung.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement