Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kepulauan Fiji Diguncang Gempa M6,1

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 06 November 2026 |10:17 WIB
Kepulauan Fiji Diguncang Gempa M6,1
Kepulauan Fiji Diguncang Gempa M6,1 (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Gempa tektonik berkekuatan M6,1 terjadi di kawasan Kepulauan Fiji, Pasifik Selatan, pada Jumat, 6 November 2026, pukul 00.21.45 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 21,198° Lintang Selatan dan 178,715° Bujur Barat, dengan kedalaman 535 km (USGS). 

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Daryono menjelaskan gempa ini tergolong deep-focus earthquake atau gempa fokus dalam, yang sumbernya berada jauh di bawah permukaan Bumi, tepatnya di zona transisi mantel (mantle transition zone), pada kisaran kedalaman 410–660 km.

Secara tektonik, kata Daryono, gempa ini berkaitan dgn aktivitas Lempeng Pasifik yg menunjam ke dalam mantel Bumi di kawasan sistem subduksi Tonga–Kermadec, yang merupakan bagian dari tatanan tektonik kompleks Fiji akibat interaksi Lempeng Pasifik, Lempeng Australia, dan sejumlah blok mikro. 

"Apabila mekanisme sumbernya terkonfirmasi berupa sesar turun (normal fault), gempa ini dapat mencerminkan tegangan ekstensional di dalam slab yang menunjam, yang antara lain berkaitan dengan gaya tarikan slab (slab pull)," jelas Daryono, Jumat (6/11/2026).

 

Daryono mengatakan, peristiwa ini menjadi bukti bahwa lempeng samudra yang telah menunjam hingga kedalaman ratusan kilometer masih mengalami deformasi dan melepaskan energi seismik. Gempa dalam juga memperlihatkan bahwa dinamika tektonik tidak hanya berlangsung di kerak Bumi, tetapi terus bekerja jauh di dalam interior Bumi. 

"Meskipun magnitudonya cukup besar, kedalaman sumber gempa yang mencapai 535 km menyebabkan energi guncangan mengalami pelemahan sebelum mencapai permukaan, sehingga potensi kerusakan relatif kecil," kata Daryono.

Daryono menggungkapkan hingga pagi ini,  belum terdapat laporan kerusakan sebagai dampak gempa. Gempa ini juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena sumbernya sangat dalam dan tidak menyebabkan deformasi dasar laut untuk membangkitkan tsunami. 

"Peristiwa Gempa Fiji ini menjadi pengingat bahwa sistem subduksi merupakan mesin tektonik 3 dimensi yang tetap aktif hingga ratusan kilometer di bawah permukaan Bumi," pungkasnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement