Peluncuran I-GHAS 24/7 turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Pol Untung Widyamoko.
Melalui aplikasi tersebut, petugas imigrasi di berbagai titik perlintasan dapat terhubung langsung dengan Divhubinter Polri untuk membantu proses identifikasi dan penanganan buronan internasional maupun pelaku kejahatan lintas negara.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, pemanfaatan teknologi ini menjadi langkah penting dalam menghadapi kompleksitas kejahatan transnasional. Sejumlah ancaman yang menjadi perhatian di antaranya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penyelundupan narkotika.
"Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia," kata Suyudi.
Ke depan, pengembangan platform I-GHAS 24/7 akan diarahkan pada integrasi teknologi kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI) serta pemanfaatan data biometrik yang direncanakan pada 2027.
Hendarsam menegaskan, integrasi teknologi tersebut diharapkan semakin memperkuat pengawasan lalu lintas orang di wilayah perbatasan tanpa menghambat pelayanan keimigrasian kepada masyarakat.
"Melalui integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat," tutupnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.