ASUNCION - Parlemen Paraguay melantik mantan Wakil Presiden Pedro Alliana untuk memimpin negara tersebut, menggantikan Presiden Santiago Pena yang dimakzulkan akibat dugaan keterlibatannya dalam sebuah skandal perbankan. Pena dimakzulkan pada Jumat, (6/11/2026) menyusul krisis perbankan yang menyebabkan jutaan orang tidak dapat mengakses simpanan mereka.
Para senator memberikan suara mayoritas untuk melengserkan Pena dari jabatannya terkait kebangkrutan Ueno Bank—salah satu bank terbesar di negara itu—yang memiliki keterkaitan dengannya.
Sementara itu, menurut seorang pejabat Bank Sentral kepada kantor berita AFP, Paraguay telah mulai memberikan pembayaran awal kepada para nasabah Ueno Bank yang kehilangan akses terhadap dana mereka setelah bank tersebut diambil alih secara mendadak awal pekan ini.
Kekacauan melanda negara kecil di Amerika Selatan tersebut ketika penyitaan Ueno Bank pada Selasa, (3/11/2026) menyebabkan rekening hampir separuh populasi terkunci.
Gelombang protes besar mengguncang Asuncion, di mana Pena sempat mengundurkan diri sebelum akhirnya dimakzulkan terkait kebangkrutan bank yang memiliki hubungan dengannya.
Jose Maciel dari Dana Penjaminan Simpanan Bank Sentral mengatakan kepada AFP bahwa pembayaran awal kepada nasabah yang terdampak telah dimulai pada Kamis, (5/11/2026) sore.
Maciel menjelaskan, tahap pertama mencakup nasabah dengan saldo simpanan hingga sekitar USD1.600 (sekitar Rp29 juta), yang tidak memiliki pinjaman, serta memiliki rekening di bank atau lembaga keuangan lain di Paraguay.
Ia menambahkan bahwa penerima manfaat berikutnya "akan diumumkan secara bertahap selama proses pembayaran berlangsung," namun tidak merinci berapa banyak orang yang telah menerima pembayaran sejauh ini.