Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keluarga Aden Berdamai Pihak RS dr Karyadi

Untung Subejo , Jurnalis-Rabu, 21 November 2007 |17:35 WIB
Keluarga Aden Berdamai Pihak RS dr Karyadi
A
A
A


SLAWI - Keluarga almarhum Aden Jumantoro (1,4 tahun) di Dukuh Brabo, Desa Purwahamba, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah sepakat untuk berdamai dengan Rumah Sakit (RS) dr Kariadi Semarang. Keputusan ini diambil setelah pihak RS mendatangi keluarga balita pengidap kelainan klep jantung dan terlahir tanpa anus itu untuk memberikan klarifikasi.

Kesepakatan langkah damai ini dicapai usai pertemuan antara perwakilan RS dr Kariadi dengan keluarga Aden hari ini. Berdasarkan informasi, pihak rumah sakit yang diwakili oleh Imam dari bagian bangsal bedah kelas III, Menurut Anto (40), paman Aden, pada intinya keluarga menganggap permasalahan telah selesai.

"Kami anggap semua sudah selesai. Masalah ini terjadi karena kesalah pahaman semata. Kami juga mohon maaf. Yang jelas, kematian Aden sudah kami terima dengan ikhlas. Ini sudah takdir Tuhan," ujar Anto yang didampingi Kirman, putra sulung pasutri Dikun-Sutipah, kepada sejumlah wartawan, Rabu (21/11/2007).

Meski berdamai, Anto menegaskan pihak keluarga sama sekali tidak menerima santunan dari rumah sakit. Lebih lanjut dia mengatakan, persoalan pelayanan petugas RS dr Kariadi yang sebelumnya sempat dikeluhkan oleh keluarga juga telah diselesaikan dengan baik.

"Mungkin ibu Aden (Sutipah) mengatakan begitu karena dia masih shock, banyak pikiran, akibat kematian putranya," ujarnya lagi.

Sutipah sendiri saat pertemuan tersebut tidak tampak. Menurut Anto wanita berusia 50 tahun yang telah dikaruniai lima anak dan dua cucu itu, masih kalut sehingga tidak bisa menemui wartawan.

Dengan demikian, sambung dia, silang sengketa antara keluarga dengan RS dr Kariadi telah usai. Meski demikian, diakuinya, bahwa Imam sempat memberi kesempatan apabila keluarga hendak menelusuri kebenaran ada perawat di bangsal bedah kelas III yang bertindak semena-mena dalam melayani keluarga miskin ini. Namun, tawaran itu tidak direspon karena keluarga kuatir masalah justru akan berlarut-larut tanpa ujung.

Sebagimana diberitakan sebelumnya, Aden Jumantoro meninggal dunia sehari sebelum menjalani operasi pembuatan anus permanen di RS dr Kariadi. Balita ini tewas hari Minggu 18 November kemarib sekira pukul 01.15 WIB. Namun, kematian bocah itu berujung kekecewaan.

Sutipah, kala itu, menyampaikan bahwa selama menunggui putranya di rumah sakit telah diperlakukan dengan semena-mena. Empat perawat yang bertugas mengurusi Aden kerap memarahi dan mengeluarkan kata-kata tidak sopan. Selain itu, kata dia, perawat juga mengancam akan mencampur infus anaknya dengan cairan mematikan. Keluarga mengakui, sebelum menghembuskan nafas terakhir badan Aden terlihat membiru.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement