JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Achamad Mubarok menyatakan tuduhan tebar pesona yang ditujukan pada Megawati adalah akibat ulahnya sendiri.
"Yang dilakukan Megawati bukan tebar pesona, kalau dulu tidak menuduh orang tebar pesona," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/11/2007).
Menurut Mubarok, apa yang dilakukan Megawati adalah hal yang wajar dilakukan oleh politisi. Dia mengatakan semua politisi memang akan melakukan hal yang sama.
"Demokrat tidak merasa terusik dengan itu," jelas Mubarok.
Sebaliknya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan safari Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri bukan dimaksudkan untuk kampanye. Karena itu, partai berlambang banteng moncong putih itu membantah jika hal itu dinilai sebagai curi start kampanye.
"Kita tidak bermaksud kampanye. Kalau Ketua Umum datang memang selalu begitu, dikerumuni banyak orang," kata Ketua DPP PDIP Mindo Sianipar.
Menurut Mindo, safari Megawati biasa dilakukan untuk bertemu dengan konstutuennya. Juga untuk mendorong semangat hidup rakyat.
Mindo juga tidak menolak jika dikatakan pemimpinnya itu tebar pesona. "Bu Mega datang kemana pun beliau mempesona orang. Tebar pesona atau tebar kinerja itu untuk pemerintah. Kalau tidak memerintah, apanya yang harus tebar kinerja," tukasnya.
Direktur Eksekutif IndoBarometer Mohammad Qodari berpendapat, diakui atau tidak apa yang dilakukan Megawati adalah sebuah kampanye. Apalagi yang bersangkutan juga sempat mengajak untuk memilih dirinya.
Meski demikian, kata Qodari, hal seperti itu adalah sebuah proses yang wajar. "Di sistem pemilihan langsung, orang memang harus tebar pesona," tuturnya.
Menurut Qodari, seharusnya tidak perlu ada larangan curi start. Sebab para kandidat harus diperkenalkan sejak awal.
Jika hanya diberi waktu kampanye resmi beberapa minggu sebelum pemilu tidak akan efektif mengenalkan mereka pada pemilih. "Itu hanya akan menguntungkan incumbent saja yang sudah dikenal publik," katanya.
Lebih lanjut, Qodari mengusulkan agar tokoh-tokoh lain melakukan hal yang sama dengan Megawati. "Safari politik ini harus diikuti safari-safari politik capres-capres yang lain, seperti Wiranto, Sutiyoso, dan lainnya," tandasnya.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.