KEDIRI - Ribuan kader PDIP menyerbu kantor DPC PDIP Kota Kediri. Mereka menuntut pengunduran diri Ketua DPC Joko Suyanto karena tidak bisa mempertanggungjawabkan bantuan partai dari pemerintah sebesar Rp120 juta.
Aksi yang dipimpin sejumlah pengurus ranting dan anak cabang ini nyaris berakhir ricuh. Massa yang datang ke kantor DPC PDIP di Jl Teuku Umar dengan mengendarai empat buah truk dan pik up langsung menggelar orasi. Mereka menuntut Joko Suyanto dan pengurus DPC yang lain menjelaskan penggunaan dana banpol yang tidak pernah sampai ke pengurus ranting dan anak cabang. Dana yang seharusnya diberikan kepada ranting pada April 2006 baru diberikan satu tahun kemudian.
"Selama ini bantuan partai dari pemerintah tidak pernah sampai ke tangan kami. DPC tidak bisa mempertanggungjawabkan dana Rp120 juta itu dan harus mundur," ujar Toni Suwarno, ketua massa PDIP yang menamakan diri Gerakan Transparansi dan Anti Korupsi (Gertak) PDIP Kota Kediri, Selasa (18/12/2007).
Selain itu, ia juga menyoroti sikap pengurus DPC yang berani melakukan pemalsuan stempel partai. Seharusnya hal itu tidak perlu dilakukan jika Joko Suyanto bisa melakukan pendekatan personal kepada pengurus DPC yang lama. Ia menganggap perbuatan tersebut merupakan bentuk pengkhianatan partai yang tidak bisa dibiarkan.
"Gerakan ini didukung sepenuhnya oleh seluruh pengurus anak cabang dan ranting di Kota Kediri. Kami mengajukan mosi tidak percaya pada ketua DPC karena sikap arogansinya selama ini," ujar Toni.
Usai menggelar orasi di kantor DPC, massa bergerak ke kantor DPRD Kota Kediri. Mereka bermaksud menemui unsur pimpinan DPD PDIP Jatim Bambang Harianto yang juga menjabat sebagai ketua dewan. Kedatangan mereka nyaris diwarnai bentrok dengan sejumlah massa pendukung Joko Suyantono, yang menganggap persoalan itu merupakan internal partai dan tidak perlu dibawa-bawa ke gedung dewan.
"Persoalan ini urusan partai, mengapa kalian ke kantor dewan, bikin malu saja. Ayo diselesaikan secara jantan di kantor DPC," teriak Fajar, salah seorang pengurus DPC.
Gertakan tersebut langsung memancing emosi massa dan nyaris terjadi baku hantam. Beruntung Kapolsek Kota Kediri, AKP Harry Mujiarso yang memimpin pengamanan bertindak cepat dengan melerai dan membawa pergi massa pengurus DPC. Setelah melakukan negosiasi, sejumlah perwakilan diperbolehkan masuk ke gedung dewan yang dijaga ketat massa pro Joko Suyanto.
Sayangnya, keinginan mereka untuk bertemu dan mengadukan persoalan itu kepada Bambang Harianto tidak berhasil. Melalui anggota Fraksi PDIP Harindro, Bambang berdalih sedang ke luar kota untuk mengurus hajatan saudaranya. Melihat hal itu, perwakilan Gertak berjanji akan melaporkan pengurus DPC ke DPP dan melakukan aksi lebih besar.
Menanggapi aksi tersebut, Joko Suyanto berjanji akan mencari biang keladi yang menjadi provokator aksi tersebut. Menurutnya selama ini penggunaan keuangan partai sudah dilakukan dengan benar. Sementara pertanggungjawaban dana banpol hanya dilakukan Kesbanglinmas kepada BPK, bukan dirinya.
"Kalau soal pemalsuan stempel memang terpaksa kita lakukan bersama pengurus. Sebab ada oknum pengurus yang tidak mau menyerahkannya kepada kami," ujar Joko.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.