TERNATE - Selain meyisahkan kesedihan bagi keluarga terutama buat orangtuanya, tragedi tewasnya Muhammad Fauzan (2) yang tenggelam di kolong rumahnya, mengingatkan pada cerita sebelumnya.
Ternyata, peristiwa serupa ini merupakan untuk yang ketiga kalinya dalam tahun ini serta yang kelima kalinya bagi keluarga besar tersebut.
Bukan hanya itu, hari kematian, waktu, lokasi, dan posisi tiga korban sebelumnya sama seperti yang dialami Ojan, sapaan Fauzan, hari ini, Rabu (19/12/2007).
Sebelumnya, dua korban yang juga tewas di tempat tersebut yakni Windra (2) pada 7 Februari dan Yanto (3) pada 12 September lalu. Semuanya di hari yang sama yakni Rabu, pukul 13.00-14.00 WIT. Keduanya adalah sepupu dari Fauzan.
"Kematian tiga cucu saya semuanya terjadi hampir bersamaan. Tewasnya mereka pada hari Rabu dan di waktu shalat Dhuzur," ujar Nongke (76), nenek Fauzan, Windra, dan Yanto sedikit terbata-bata menahan isak tangis.
Apakah tempat tersebut terkutuk bagi keluarga Nongke? Bisa jadi. Pasalnya salah seorang anaknya juga pernah meregang nyawa akibat tenggelam di kolong rumahnya yang berada di atas laut itu.
Peristiwa tenggelamnya anaknya itu sendiri sudah berlangsung puluhan tahun lalu. "Saat itu anak saya itu juga seumuran dengan Fauzan," ungkapnya tanpa merinci waktu kejadian.
Belum habis ditinggal pergi anak keduanya, Nongke nyaris kehilangan satu anak lagi yakni Sri. Untung saja, Sri sempat diselamatkan saat dalam kondisi sekarat akibat menelan air laut saat tenggelam. Rupanya, tragedi tersebut terulang kembali di tahun 2007 ini dan merenggut tiga cucunya sekaligus hanya dalam selang waktu satu tahun sejak Februari lalu.
Sebelumnya tak jauh dari tempat domisili Nongke, beberapa waktu lalu juga seorang bocah ditemukan tewas tenggelam yang jaraknya hanya berkisar 50-an meter dari rumahnya.
(jri)