Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Geng Nyik-Nyik Terbagi Jadi 2 Kelompok (2)

Solichan Arif , Jurnalis-Rabu, 22 Oktober 2008 |05:39 WIB
Geng Nyik-Nyik Terbagi Jadi 2 Kelompok (2)
A
A
A

TULUNGAGUNG - Geng Nyik-nyik atau Geng Nero versi Tulungagung, menurut pengakuan korban terbagi dua kelompok. Geng yang anggotanya merupakan siswi SMAN 01 Gondang, Tulungagung itu, terdiri dari kelompok pertama yakni geng kelas III dan kelompok kedua yaitu geng kelas II.

Geng Nyik-nyik kelompok kelas III diketuai oleh siswi berinisial PRS, warga Desa Kedungwaru dan DNA, warga Desa Boyolangu. Sedangkan Geng kelas II dipimpin oleh JVT, PPT, dan LLI.

"Kelompok ini menguasai para siswi kelas I atau siswi yang baru menjadi warga sekolah," terang salah satu korban yang melapor, VTR di Tulungagung, Selasa (21/10/2008)

Berbagai aksi kekerasan dilakukan geng perempuan ini saat istirahat sekolah. Yakni mulai meminta uang (palak) untuk membeli makanan di kantin sekolah, hingga menampar dan menjambak hanya karena merasa tidak dihormati. Mereka juga mengancam akan melakukan aksi lebih parah jika para korban ini mencoba melapor ke guru.

"Saat menghajar setiap korban diminta untuk mengucapkan siap patuh kepada kakak kelas dan diminta untuk selalu menyapa terlebih dahulu ketika bertatap muka," tambahnya.

Hampir seluruh siswi kelas I menjadi korban keganasan geng ini. Menurut keterangan VTR, geng ini sudah ada secara turun temurun sejak sekira empat tahun lalu. Sebelum lulus, para anggota selalu mencari kader untuk menggantikan keberadaanya. "Katanya sih sudah ada sejak empat tahun lalu. Setiap murid baru (cewek) selalu diancam untuk patuh . Tapi mudah-mudahan aksi ini segera diakhiri," ucapnya.

(Lusi Catur Mahgriefie)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement