Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lagi, Video Kekerasan Siswi SMA Beredar

Solichan Arif , Jurnalis-Kamis, 01 Januari 2009 |17:18 WIB
Lagi, Video Kekerasan Siswi SMA Beredar
A
A
A

TULUNGAGUNG - Kekerasan di kalangan pelajar kembali mencoreng dunia pendidikan. Ironisnya, prilaku preman jalanan yang terjadi di SMAN 01 Boyolangu Kabupaten Tulungagung itu sengaja diabadikan dalam video telepon selular (Hape).

Video dengan kapasitas file 5,8 mb berbentuk 3gp tersebut kini telah menyebar ke masyarakat umum. Dalam film yang berdurasi 5 menit 40 detik itu, tampak adegan bagaimana sekelompok pelajar perempuan yang mendatangi seorang siswi yang sendirian.

Setelah terjadi adu mulut, salah seorang siswi yang nampak sebagai leader (pimpinan) tiba-tiba menampar, memukul dan menjambak siswi yang sendirian. Mungkin karena terdesak si siswi yang sendirian berusaha melawan. Melihat itu,  perlakuan kasar semakin menjadi-jadi disertai teriakan paksaan agar siswi yang melawan memohon ampun.

Menurut keterangan salah satu siswa kelas III berinisial TL, kekerasan tersebut berlangsung di kantin sekolah sekitar seminggu yang lalu.

"Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu sedang istirahat. Sehingga banyak siswa yang melihat," tuturnya.

Menurut keterangan TL, siswi yang menganiaya berinisial Prs kelas III IPS. Sedang "korbannya" berinisial Kpr teman sekelas Prs. Di sekolah, Prs disegani siswi lainya. Selain terkenal berani dan tega memperlakukan kasar, Prs memiliki kedekatan dengan putri Bupati Tulungagung Heru Tjahjono yang juga siswi SMAN 01 Boyolangu.

"Prs ini ditakuti dikalangan siswi lainya mas. Tidak ada yang berani dengan kelompoknya, "paparnya. Meski tidak mengibarkan bendera sebuah geng, Prs dalam keseharianya selalu bergaul secara berkelompok.

Kelompoknya ini yang ditakuti siswi lainya. Menurut TL, belum diketahui pasti penyebab perkelahian yang sengaja direkam siswa lain tersebut. Informasi yang beredar penganiyaan dikarenakan pergunjingan kecil yang dilakukan Kpr.

"Perkelahian itu berhenti setelah Kpr memohon ampun. Saat itu ada guru yang melihatnya. Namun nampaknya hanya dilerai begitu saja dan dianggap selesai, "pungkasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 01 Boyolangu Sawari Hadi Siswanto ketika dikonfirmasi melalui via ponsel mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Sebab sampai saat ini dirinya tidak tahu dan tidak mendapat laporan dari para guru. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengechekan.

"Terima kasih saya telah diinformasikan. Karena sampai saat ini saya juga belum tahu. Besok saya akan mencoba mencari tahu tentang kebenaran kabar itu," ujarnya singkat.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement