KUPANG - Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik akan memberikan hak paten kepada Arnoldus Edon (almarhum), yang berhasil menciptakan alat musik sasando elektrik. Alat musik tradisional asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur ini, menjadi salah satu ikon kebudayaan Nusantara yang perlu dilestarikan.
"Supaya tidak ada yang menduplikasi dan mengaku sebagai pencipta, maka pemerintah akan memberikan hak paten, sehingga setiap orang yang membeli alat musik sasando elektrik dapat mengetahui asal usul musik tradisional ini," kata Jero Wacik, Minggu (14/6/2009) malam.
Musik sasado elektrik adalah hasil karya almarhum Arnoldus Edon, yang memodifikasi alat musik sasando gong, Sasando senar dan dapat dikombinasikan dengan alat musik modern seperti gitar, drum, keyboard, organ, dan berbagai alat musik lainnya. Satu alat musik sasando dapat membunyikan beberapa alat musik sekaligus. "Seperti sebuah orkestra," kata Jero.
Dalam kaitan dengan visit Indonesia 2009, Menbudpar akan menggelar festival sasando dengan menghadirkan kurang lebih 1.000 pemusik sasando dari seluruh NTT. "Saya sudah cek kepala dinas pariwisata setempat untuk menghadirkan 1.000 sasando dalam festival itu. Kalau sasando semakin dipromosikan, maka akan lebih banyak wisatawan asing ke NTT," lanjutnya.
Rencana festival sasando ini, langsung mendapat apresiasi dari Presiden SBY. "Yang diperebutkan adalah piala presiden. Kita memberikan hadiah kepada 20 orang pemenang. Saya harap pemerintah NTT dapat memfasilitasi festival ini dan akan didukung pemerintah pusat," pungkasnya.
(teb)