SUBANG - Tren penyebaran virus avian influenza (AI) atau virus H5N1 di Indonesia mengalami penurunan signifikan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Salah satu indikator penurunan tersebut pada tahun terakhir ini angka kematian unggas massal sudah semakin sulit ditemukan.
Tren penuruan pensebarab virus H5N1 tersebut dikuatkan Menteri Pertanian Anton Supriyantono pada Persesmian Laboratorium Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Subang, di Kampung Werasari Kelurahan Dangdeur, Subang, Rabu (12/8/2009). Menurut Anton, dalam setahun terakhir ini pihaknya tidak lagi menerima laporan pemusnahan massal unggas di sejumlah daerah.
"Saat ini kita sudah jarang melakukan pemusnahan massal unggas, yang menjadi sumber penularan virus H5NI. Itu menandakan penyebaran virus tersebut sudah mulai menurun, bahkan di Gorontalo dan Maluku sudah bebas dari H5NI," ujar Anton.
Salah satu upaya pencegahan yang sudah dilakukan adalah dengan menempatkan delapan petugas Participation Dease Surveyor Responsif (PDSR) ke Kabupaten dan Kota di Indonesia. Mereka melakukan pendataan, dan terjun ke lokasi serta melaporkan kasus dugaan H5N1 di daerah kerjanya.
Sementara itui d Jawa Barat, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan sejak mewabahnya virus AI pada tahun 2003 lalu, menyebabkan 63 orang meninggal dunia, baik yang suspect maupun positif flu burung. Meskipun sebagai langkah pencegahan, tidak kurang dari 2 juta ekor unggas yang mati menyebabkan kerugiam besar bagi peternak unggas di Jawa Barat.
Penyebaran irus AI di Jaba, kata Heryawan, terjadi di 26 Kabupaten/Kota, yang meliputi 369 (62.33% Kecamatan dan 771 (13.28) Desa/Kelurahan di Jabar. Namun wabah virus tersebut bisa dikendalikan, sehingga mengalami penurunan drastis. "Ini bisa dibuktikan dengan jumlah unggas yuang mati menurun dan tidak terdapat kasus positif pada manusia," kata Heryawan dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinhas Peternakan Jabar, Koesmayadi T.P.
Kendati begitu, pihaknya mengajak masyarakat tetap mewaspadai merebaknya virus flu burung dan penyakit zoonosa lainnya. Hertyawan juga meminta masyarakat terlibat aktif dalam mengantisipasi penyebarannya dengan melakukan 3 E atau Early Detection, early reporting, dan early respone.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.