tragedi sukhoi

Ada Ayam, Nasinya Habis

Rus Akbar - Okezone
Jum'at, 2 Oktober 2009 14:07 wib
Hampir semua bangunan mengalami kerusakan termasuk toko dan warung sehingga mempersulit warga mendapat makanan. (Foto Reuters)
Hampir semua bangunan mengalami kerusakan termasuk toko dan warung sehingga mempersulit warga mendapat makanan. (Foto Reuters)

PADANG - Teguk terus kopi, biar perut sedang lapar. Ya, kopi menjadi penawar lapar satu-satunya yang setia ketika tidak ada lagi makanan yang dijumpai.

Di saat hampir semua bangunan rata dengan tanah, toko-toko tutup, jangankan untuk melihat nasi, untuk mendapatkan roti atau mi instan pun butuh perjuangan ekstra.

Sekadar berbagi cerita, okezone yang berkeliling Kota Padang sejak Kamis kemarin, baru dapat menjumpai penjual nasi pada sore hari pukul 17.00 WIB.

Untuk mendapatkan nasi, okezone harus mengantre sekira satu jam, karena di warung kaki lima itu sekira 20-an orang sudah mengantre.

Para pembeli duduk di kursi yang disediakan, dan sebagian lainnya berdiri. Penjual yang baru membuka warungnya itu cukup kewalahan. Setelah membagi-bagikan ayam atau lele yang sudah digoreng, kepada pembeli, sebagian pemesan yang sudah dihidangkan lauk, tak kebagian nasi karena habis.

Akhirnya terpaksa, pemesan kembali menunggu si penjual untuk mengambil satu bakul nasi dari rumahnya yang berjarak satu kilometer dari warung.

Karena keterbatasan persediaan, penjual tidak melayani pembeli yang ingin minta tambah nasi. Biar semua pembeli kebagian, katanya.

Pada malam harinya, tak ada satu pun warung yang buka, tak ada penjual roti, mi instan atau bubur kacang hijau, sehingga kopi pun terpaksa kembali diteguk untuk menahan rasa lapar.

Pagi harinya kondisi tidak berubah. Okezone yang kembali berkeliling ke sejumlah tempat yang biasanya terdapat berbagai panganan lontong, di antaranya ke wilayah Jalan Permindo, Jalan M Yamin, Jalan pemuda, Jalan Diponeogoro, dan Jalan Samudera, ternyata harus menahan rasa kecewa, karena pedagang yang dicari tak nampak.

Sekira pukul 10.00 di kawasan Pondok, terdapat satu pedagang yang masih mangkal, namun sayang dagangannya sudah tak ada lagi yang tersisa.

Beruntung saat melipir di pinggiran Kota Padang, okezone menemukan pedagang lotek yang masih berjualan. Selamatlah, meski harus membayar dua kali lipat. Lotek yang dibeli Rp10 ribu itu cukup untuk meredam perut yang meronta karena tak kunjung bertemu nasi.
(fit)