TANGERANG – Tujuh orang diperiksa petugas Polres Metro Kota Tangerang terkait peristiwa bentrokan suporter klub sepak bola Persikota Tangerang dengan warga sekitar Lapangan Benteng.
Bentrokan terjadi usai suporter Persikota Tangerang mendukung tim kesebelasan mereka bertanding dengan Produta Yogyakarta, Selasa (22/12) malam.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Kota Tangerang Kompol Budhi Herdi Susianto mengatakan, ketujuh orang yang diperiksa adalah suporter Persikota dan warga sekitar stadion Lapangan Benteng yang menjadi tempat jalannya pertandingan sepak bola itu. “Saksi-saksi itu masih kami periksa,”ujar Budhi kemarin.
Budhi menjelaskan, sebenarnya tidak ada tawuran antarsuporter Persikota Tangerang dan Produta Yogyakarta. Tawuran justru terjadi antara suporter Persikota Tangerang dengan warga sekitar stadion.
Sebab, kata Budhi, para suporter itu berjalan di area sawah milik warga yang sudah siap panen. Warga marah karena suporter itu berduyun-duyun melintasi sawah sehingga merusaknya. “Kemungkinan hal itu membuat petani di sana marah dan terjadilah adu mulut yang berujung adanya bentrokan,” paparnya.
Ditanya apa yang sudah didapat pihak kepolisian hingga kemarin, Budhi mengaku sudah mendapatkan titik terang. Namun dia tidak bisa mengungkapkannya saat ini.
“Hingga kini kami masih mencari pelaku penembakan itu, yang jelas bukan polisi, karena dari pemeriksaan di tubuh empat orang suporter yang tertembak itu, peluru yang bersarang adalah peluru senapan angin, bukan senjata api,” ucapnya.
Sedangkan soal kematian AKP Saptomo, sejumlah anggota polisi yang melihat langsung menyatakan, tidak ada bentrok fisik. AKP Saptomo meninggal murni karena serangan jantung. “Jadi dia waktu itu berlari menggiring suporter, tiba-tiba dia memegang perutnya dan terjatuh,” katanya.
Diketahui, akibat bentrokan tersebut sedikitnya empat orang suporter sepak bola klub Persikota Tangerang diduga tertembak oleh orang tak dikenal. Akibat tembakan itu keempatnya dirawat di RSU Tangerang karena mengalami luka serius di leher, lengan, perut dan dada.
Keempatnya adalah Yogi, Ahmad Kawaludin,Yudiansyah dan Ahmad. Selain itu petugas kepolisian, AKP Saptomo, meninggal dunia karena kelelahan saat bertugas menjaga para suporter.
(Koran SI/Koran SI/ram)