getting time...

Plafon Gedung Runtuh Menimpa 29 Orang

Selasa, 29 Desember 2009 03:01 wib

MEDAN - Acara Festival Lagu Daerah dalam rangka memperingati HUT ke 260 Kabupaten Langkat di Gedung Nasional, Jalan Merdeka, Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, Senin malam, berubah menjadi kepanikan.

Plafon gedung tersebut runtuh menimpa penonton. Sedikitnya 29 orang terluka dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tanjungpura. Musibah ini sendiri terjadi sekitar pukul 20.50 WIB, beberapa saat setelah acara Festival Lagu daerah se Kabupaten Langkat dimulai. Begitu lagu Anak Medan dilantunkan, bagian tengah atap langsung runtuh menimpa penonton yang kebanyakan anak-anak dan orangtua.

Sontak acara berhenti secara mendadak dan panitia berhamburan ke kerumunan penonton tersebut. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit yang berjarak sekitar 10 km dari lokasi kejadian.

Menurut seorang pengunjung Zulkarnain (54) yang menyaksikan peristiwa tersebut, runtuhnya plafon diduga akibat penyangga sudah tua dan dikurangi akibat adanya renovasi dua kamar bagian atas. Tanda-tanda runtuhnya gedung ini sudah nampak sekitar pukul 16.05 WIB saat peserta, panitia dan juri sedang melakukan persiapan.

“Kayu brotinya seperti melengkung dan menimbulkan suara seperti mau patah. Namun, panitia sepertinya kurang merespons dan tetap melaksanakan perlombaan,” ucapnya ketika dihubungi wartawan.

Dia menambahkan, awalnya hanya bagian tengah, mungkin sudah lapuk hingga akhirnya hampir seluruh plafon runtuh. Saat ini masyarakat dan polisi berada di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Aini mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Menurut dia,korban yang menderita luka sudah dirawat secara intensif dan menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat. Dia tidak menduga plafon gedung bakal runtuh.

“Ini kejadian yang tidak diduga dan pertama kalinya. Kami tidak mau ambil risiko kalau tahu tempat ini membahayakan. Gedung ini biasa dipakai untuk kegiatan, termasuk kegiatan lomba nyanyi lagu daerah yang untuk kelima kali digelar,” ucapnya.

Dia menambahkan, polisi masih menyelidiki penyebab runtuhnya plafon gedung. Pihaknya sendiri juga belum bisa memastikan apakah acara ini dilanjutkan atau dihentikan. Semula dijadwalkan acara ini berlangsung selama tiga hari. “Yang pasti persoalan ini akan kami selesaikan, terutama perawatan korban yang kebanyakan penonton,” pungkasnya.

Wakil Bupati Langkat Boediono tampak turun langsung ke lokasi kegiatan. Setelah melihat kondisi di Gedung Nasional,dia pun menuju RSU Tanjungpura untuk melihat korban luka yang menjalani perawatan.
(Koran SI/Koran SI/ded)