JAKARTA - Selain menembak mati Dulmatin dan dua pengawalnya, serta dua lainnya dalam keadaan hidup, Detasemen Khusus Antiteroris (Densus 88) juga menyita berbagai barang bukti berupa persiapan perakitan bom.
"Ditemukan tiga remote untuk bom jarak jauh, papan PCB, dan tiga rangkaian bom yang telah disiapkan," ungkap Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2010).
Kemudian barang bukti lainnya berupa persenjataan dan amunisinya. Yakni, senjata genggam jenis revolver kaliber 38, dan jenis FN. Kedua senjata jenis ini, kata Kapolri, bukan buatan dalam negeri.
"Dan jumlah peluru yang cukup banyak," ungkapnya.
Temuan lainnya berupa, KTP, slip penerimaan dan penukaran uang dengan mata uang Peso di Menteng, dokumen imigrasi, dan telepon seluler dengan sim card Aceh.
Sementara Kapolri juga menuturkan barang bukti yang disita dalam pengepungan di Aceh beberapa waktu lalu. Yakni sembilan pucuk senjata api, senjata laras panjang jenis AK, tiga pucuk M-16, granat asap, belasan ribu amunisi dari berbagai kaliber, laptop, bahkan hingga seragam loreng.
(hri)