JAKARTA - Setelah bergulirnya kasus bail out Bank Century, DPR mewacanakan akan memboikot Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan apapun yang melibatkan DPR.
Niat DPR tersebut mendapat kecaman dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Muhaimin menilai, langkah tersebut terlalu berlebihan.
“Ini berlebihan karena bisa mengganggu kinerja pemerintah,” ujar Muhaimin usai menggelar rapat di Istana Wakil Presiden, Kamis (11/3/2010).
Soal pernyataan pendapat pascaParipurna Century, pria yang akrab disapa Cak Imin ini menilai terlampau cepat. Sebab, semua pihak belum menemukan bukti pelanggaran hukum dan masih menunggu keputusan dari kepolisian dan kejaksaan.
“DPR baru boleh menyatakan pendapat bila sudah ada bukti pelanggaran hukum soal bail out Century. Wacana boikot ini hanya ingin mendelegasi Sri Mulyani,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah pihak di DPR mewacanakan untuk memboikot Sri Mulyani karena dituding terlibat dan harus bertanggung jawab dalam kasus bail out senilai Rp6,7 triliun. Namun, kabar tersebut baru sebatas wacana.
“Kita harus tunggu keputusannya. Sebagaimana kata Presiden siapapun yang bersalah harus ditindak,” pungkas pria yang kini menjabat Menakertrans tersebut.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.