BEKASI - Kedatangan Wakil Presiden Boediono ke Kota Bekasi ditentang oleh puluhan mahasiswa. Akibatnya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Bekasi, menggelar unjuk rasa.
Demo tersebut sempat diwarnai kericuhan akibat bentrok dengan kepolisian. Dilaporkan beberapa mahasiswa terluka akibat kericuhan itu. Kericuhan pecah antara puluhan mahasiswa dari KAMMI Bekasi dengan kepolisian Polres Metro Bekasi, di Tugu Jam, di Jalan Ir H Juanda, Kota Bekasi, Jumat (19/3/2010).
Kejadian ini bermula dari aksi tarik-menarik dan perlawanan terhadap petugas yang mencoba memadamkan ban yang dibakar mahasiswa. Ujungnya, beberapa mahasiswa terluka dan berdarah di bagian wajah. Bahkan, ada mahasiswa yang mengalami luka lebam di bagian leher belakang akibat pemukulan.
Terkait aksi pemukulan, aktivis KAMMI mendesak pihak berwenang mengusut tindakan kekerasan tersebut. Mereka meminta pelaku pemukulan dipecat. Sebab, sebelumnya mahasiswa sudah mengantongi izin untuk menggelar unjuk rasa.
Sementara dalam orasinya, KAMMI menolak kedatatangan Wakil Presiden Boediono ke Kota bekasi. Menurut mahasiswa, Boediono dinilai salah satu pihak yang telah menyengsarakan rakyat.
Mantan Gubernur BI yang terseret skandal Bank Century ini tidak mencerminkan nilai-nilai patriotisme. Bahkan mereka menganggap Boediono sebagai dalang kasus Century. Setelah berorasi, para mahasiswa ini membubarkan diri. Dari pantauan, buntut unjuk rasa menyebabkan kemacetan di Jalan IR H Juanda, Kota bekasi.
(Tedi Suteja/Global/ram)