JAKARTA- Berdasarkan jejak yang ditinggalkan, diperkirakan volume meteor di pegunungan Wawo, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) lebih kecil ketimbang meteor Duren Sawit, Jakarta Timur.
“Dari lubang bekas jatuhnya kemungkinan volumenya lebih kecil ketimbang Duren Sawit,” ungkap peneliti utama astronomi dan astrofisika Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), Thomas Jamaluddin kepada okezone di Jakarta, Selasa (4/5/2010).
Menurut Thomas, para saksi mata jatuhnya meteor di Bima akan menyatakan bahwa volume batu yang dilihatnya lebih besar ketimang Duren Sawit. Pendapat itu cukup beralasan karena meteor Bima jatuh pada malam hari, sehingga memunculkan kilatan cahaya yang cukup dahsyat.
Sementara meteor Duren Sawit turun pada petang hari, sehingga warna cahanya tidak begitu kontras. “Kalau malam kan terlihat kontras, ada bola api,” terangnya.
Meteor Bima jatuh pada Senin 3 April malam di wilayah Pegunungan Wawo, Nusa Tenggara Barat. Adapun meteor Duren Sawit turun pada 29 April sore di wilayah permukiman warga. Para peneliti Lapan memperakirakan meteor Duren Sawit sebesar buah kelapa berukuran sedang.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.