tragedi sukhoi

Aceh Gempa, 165 Mahasiswa Asal Malaysia Aman

Salman Mardira - Okezone
Senin, 10 Mei 2010 06:14 wib
Ilustrasi (Foto: daylife)
Ilustrasi (Foto: daylife)

BANDA ACEH - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar Raniry Banda Aceh memastikan kondisi 165 mahasiswa asal Malaysia yang belajar di sana dalam keadaan baik.
 
Pernyataan itu disampaikan menyusul kekhawatiran pihak Dubes Malaysia di Jakarta terkait kondisi 165 akibat gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) yang mengguncang Aceh siang tadi.
 
"Kami memastikan kalau kondisi mereka sekarang baik-baik saja dan tidak ada masalah," kata Rektor IAIN Ar Raniry Profesor Farid Wajdi kepada okezone di Banda Aceh, Minggu (9/5/2010).
 
Menurut Farid, 165 mahasiswa asal Malaysia itu kini masih dalam pengawasan. "Seperti halnya mahasiswa lain, kita juga terus berkomunikasi dengan mereka. Sejauh ini tidak ada keluhan apapun dari mereka," ujar Farid.
 
Semua mahasiswa asal Malaysia yang kuliah di IAIN Ar Ar Raniry, mayoritas tinggal di kawasan Darussalam, Banda Aceh. Bahkan tujuh di antaranya tinggal di rumah kost milik Farid.
 
"Mereka memang sempat ketakutan tadi siang (saat gempa), tapi setelah ditenangkan sekarang nggak apa-apa lagi. Lagi pula aktivitas di sini (Banda Aceh-red) sekarang juga sudah normal," tuturnya.
 
Sebelumnya, Kadubes Malaysia di Jakarta mengatakan siap mengevakuasi 165 mahasiswa yang kini berkuliah di IAIN Ar Raniry Banda Aceh jika kondisi Aceh memburuk.
 
Farid Wajdi memastikan kondisi di Banda Aceh sudah normal, meski tadi siang sempat terjadi kepanikan.
 
Dia meminta pihak dubes Negeri Jiran tak perlu khawatir dengan kondisi 165 mahasiswanya di Aceh. Sementara itu dampak dari gempa 7,2 SR siang tadi di Aceh, hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa dan bangunan rusak.

(lam)