JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengintruksikan kepolisian agar segera bertindak tegas terhadap tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan kelompok manapun.
Hal ini diungkapkan SBY menanggapi penyegelan masjid milik kelompok Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat, yang berakhir ricuh.
"Tindakan anarkis oleh siapapun dan organisasi manapun harus ditindak tegas, kepolisian sudah diinstruksikan dan Presiden sudah menyampaikan kepada saya, polisi harus tegas pada setiap tindakan-tindakan anarkis," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Djoko Suyanto di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Namun menurut Djoko, instruksi itu akan terkendala pada praktek di lapangannya.
"Tapi kepolisian kan harus mengelola tindakan-tindakan di lapangannya bagaimana. Kalau dia lima orang lawannya 500 orang kan nggak mungkin tegas. Harus disesuaikan dengan bagaimana di lapangan. Policy-nya setiap tindakan anarkis tidak boleh terjadi," tandasnya.
Kemarin usai rapat bersama Presiden, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, persoalan penyegelan masjid kelompok Ahmadiyah tersebut saat ini tengah ditangani Polda Jawa Barat. Kapolri juga menganggap peristiwa itu bukan bentrokan.
"Tidak bentrokan, tapi penyegelan terhadap tempat ibadah Ahmadiyah. Tapi Ahmadiyah tidak berkenan," terangnya kala itu.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.