MEDAN- Korban perampokan Bank CIMB Niaga cabang Aksara Medan, Muhammad Sazli Fahmi (28) mengaku pingsan agar nyawanya bisa selamat.
Pengakuan tersebut dilontarkan Fahmi saat memberikan keterangan kepada petugas kepolisian yang datang menjenguknya. "Saya sempat pura-pura pingsan agar tidak ditembak lagi,"kata sumber okezone yang enggan disebutkan namanya sambil menirukan cerita Fahmi.
Dijelaskannya, saat melihat Briptu Manuel Simanjuntak (Sebelumnya ditulis Immanuel) ditembak, Fahmi berusaha melarikan diri. Namun saat itu perampok sudah terlebih dulu menodongkan senjata ke kepalanya ayah satu anak ini disuruh merunduk. Ia sempat mendengar suara perampok yang menodongnya saat mengatakan
"jangan melirik". Namun, karena Fahmi berusaha mengelak, ia pun ditembak oleh pelaku.
Untungnya, hanya lengan kanannya yang ditembus peluru. Fahmi pun berpura-pura pingsan agar tidak ditembak lagi oleh kawanan perampok tersebut. Kemudian, ia diseret masuk oleh pelaku. Hingga akhirnya, kawanan perampok yang diduga berjumlah 16 orang tersebut kabur membawa uang tunai sekitar Rp 400 juta. (crl)
(ahm)