JAKARTA- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempercepat pelaksanaan program Electronic Road Pricing (ERP) sebagai pengganti 3 in 1 untuk menghindari kemacetan total Jakarta yang diperkirakan terjadi tahun 2012.
Peraturan Pemerintah sebagai payung hukum pelaksanaannya akan dirampungkan Kementeran Perhubungan usai Lebaran nanti. Kebijakan tersebut merupakan salah satu dari 17 langkah strategis yang diputuskan pemerintah pusat bersama Pemprov DKI Jakarta siang ini.
"Mudah-mudahan ini akan bisa terbit dalam waktu tidak terlalu lama. Kalau bisa terbit bukan berarti langsung bisa diberlakukan. Karena kita harus dalami juga, kajian teknis sudah ada,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (2/9/2010).
Pria yang akrab disapa Foke ini menambahkan, untuk teknik pelaksanaannya ada dua alternatif yakni menggunakan teknologi mutakhir Global Positioning System (GPS) atau pembuatan pintu gerbang.
“Banyak hal detil yang harus kita selesaikan, tapi itu tidak bisa kita kerjakan sebelum ada alas hukum tadi. Tapi ini pasti merupakan solusi katakanlah1 tahun yang bisa kurangi kawasan-kawasan kemacetan di Jakarta,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat mengatakan, operator pelaksana ERP belum diputuskan apakah oleh pemerintah, swasta atau gabungan pemerintah dan swasta.
"Yang jelas hasil dana hasil ERP ini akan ditandai dan hanya dipakai untuk mengatasi kemacetan," katanya.
Sebagaimana diberitakan, berdasarkan analisis UKP4 kerugian yang timbul akibat kemacetan mencapai Rp12,8 trilun per tahun karena membengkaknya biaya operasional kendaraan dan stres yang dialami masyarkat yang tiap hari terjebak macet.
Kecepatan rata-rata kendaraan di Jakarta juga hanya mencapai 8,3 kilometer per jam, jauh di bawah standar pelayanan minimum 20 kilometer per jam.
Padahal, di daerah Depok, Tangerang dan Bekasi masih 30,5 kilometer per jam. Bahkan, UKP4 memperkirakan, jika tidak ada penanganan serius, Jakarta akan macet total pada tahun 2012 atau dua tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.