getting time...

Putri Pejabat Tewas dengan Sembilan Tusukan

Kamis, 9 September 2010 03:20 wib
Ilustrasi (Dok. Okezone)
Ilustrasi (Dok. Okezone)

DENPASAR- Dewa Ayu Agung Diah Cahyani (18), mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes), Bali, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di Gang Rencong, Jalan Ida Bagus Oka Denpasar, Selasa (7/9) malam.

Korban merupakan putri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli. Polisi sudah meminta keterangan Dewa Anom Sayuga, paman korban yang pertama kali mengetahui musibah itu.

Kepada polisi Dewa mengaku, awalnya diminta ayah korban untuk datang ke lokasi. “Pak Dewa Gede Suparta (bapak korban-red) mengadu kalau handphone anaknya nonaktif sejak pagi,” ujar Dewa.

Setibanya di lokasi, Dewa mendapati pintu kamar kos keponakannya tertutup. Namun, setelah mengintip dari kaca nako, dia melihat seseorang tertidur dengan ditutupi selimut. Dewa lantas memanggil berulang-ulang dari luar tapi tidak mendapat jawaban. Merasa penasaran, Dewa kemudian membuka satu kaca nako dan memasukkan sebatang pipa untuk membuka selimut.

“Begitu selimut terbuka, saya kaget bukan main melihat dia telanjang dan tidak bergerak. Darah juga membasahi kasur,” ungkap Dewa.

Sejumlah teman kos korban yang ikut dimintai keterangan polisi mengaku sempat mendengar teriakan pagi hari sebelumnya. “Tapi tidak ada berani yang mengecek karena semua yang indekos di sini cewek.Apalagi saat itu hujan deras,”ujar Ayu Esti yang kamarnya hanya berjarak tiga meter dari kamar kos korban.

Polisi yang memeriksa lokasi mendapati sembilan tusukan pisau di tubuh korban, yang paling parah kondisi leher masih tertancap pisau hingga tembus ke belakang.

Tusukan pisau juga ditemukan di bagian punggung dan ketiak korban. Sejumlah barang berharga milik korban juga dipastikan hilang, di antaranya telepon genggam, laptop dan sepeda motor. Dari temuan itu, polisi menduga korban merupakan korban perampokan dan perkosaan.

“Kami masih mengumpulkan alat bukti dan saksi sebanyak-banyaknya agar bisa mengungkap kasus ini,” kata Kapolsek Denpasar Selatan AKP Leo Martin Pasaribu yang ikut melakukan penyelidikan.

Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Suryanbodo Asmoro menambahkan, penyidikan kasus tersebut masih gelap karena minimnya saksi.“Masih gelap karena minimnya saksi,” katanya.
(Koran SI/Koran SI/ful)

  • agunk » 0 Tanggapan
    memang bener jaman sekarang sudah seperti jaman jahiliyah...ya TUHAN
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ardelia » 0 Tanggapan
    jaman sekarang sadis2,,,banyak org terhimpit mslh ekonomi sampe hrs ngrampok,,,,dibunuh pula,,,,kasian keluarga yg ditinggalkan,,,,
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Tonny » 0 Tanggapan
    Perkosaan+pembunuhan. Hukuman cambuk+hukuman mati dengan cara tembak/penggal
    Beri Tanggapan Laporkan
  • pande » 0 Tanggapan
    andai saat dia teriak toe ada org yg nolongin,mngkin skarang dia msih bsa brnafas..... dasar tmen kost yg gk pnya otak....................
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Dzakiy » 0 Tanggapan
    sungguh biadab pelakunya, jadi kalau ditangkap pelakunya harus diberlakukan hukum islam yaitu hukuman gantung. atau pancung kepala biar ada epek ketakutan bagi calon pelaku kejahatan.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.