getting time...

Keluarga Korban Minta Santunan dari SBY

Tri Kurniawan - Okezone
Jum'at, 10 September 2010 18:00 wib
Foto: Insaf Albert/okezone
Foto: Insaf Albert/okezone

JAKARTA - Euis Rosmiyati istri Joni Malela korban tewas saat mengantre santunan di Istana Negara, berharap ada santunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas meninggalnya Joni.

"Saya orang tak mampu, paling tidak ada santunan lah dari Pak SBY," katanya sambil terisak saat ditemui di kamar jenazah, RSCM Jakarta, Jumat (10/9/2010).

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijit keliling, tewas seketika di tengah desakan antrean silaturahmi bersama SBY.

"Tahun lalu kami juga datang ke Istana untuk menerima santunan sebesar Rp250 ribu, tapi sekarang kami tidak disediakan tempat," sesalnya.

(crl)

  • St Wid » 0 Tanggapan
    Klo dikasi santunan, jangan2 nanti pengemis yang jatuh kesandung batu di depan rumah daku juga nuntut ganti rugi. Payah deh! Sebaiknya klo ada open house jangan pakai hadiah macem2, jka terpaksa daku rasa cukup dikasi permen saja. Klo niatnya silaturahmi pasti tetap datang, jka datang hanya untuk uang itu namanya NGEMIS, gimana pak beye, katanya mo mengentaskan kemiskinan koq malah menciptakan pengemis2 baru @ 100 ribu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Pandhu Sanjoto » 0 Tanggapan
    Kenapa sih orang miskin selalu jadi tumbal? Mbok yaa o untuk memberikan apapun kepada mereka tidak mengesankan pencitraan, lebih baik lewat lembaga yang ada (ingat, kalau kau berikan lewat tangan kanan, jangan sampai tangan kirimu tahu). Naah pak SBY coba didiklah bangsa ini untuk tidak pamer
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Aisyah Haq Iriawan » 0 Tanggapan
    dr awal niatnya sdh tidak ikhlas... pasti akhirnya jg gak sebaik niatnya...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rifki » 0 Tanggapan
    pas liat brita tadi pagi di media elektronik dipikiran saya pasti ada yg mati ni, eh liat brita di okezone emang ada yg mati,gimana tidak berdesak-desakan sampai nempel muka ke pagar istana, tambah lagi cuaca panas, apa g lemes tu orang,,nasib bangsa lah,,tp heran sekali pun g ada pengaturan dari petugas, mbok ya warga yang datang baris sendiri, atur sendiri biar g modar, atau memang udah menjadi tradisi "suka tidak antri"..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.