Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ledakan Kembangan Sama dengan Karanganyar

Sarie , Jurnalis-Sabtu, 09 Oktober 2010 |15:29 WIB
Ledakan Kembangan Sama dengan Karanganyar
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Ledakan yang diduga meteor jatuh di daerah Kembangan, Jakarta Barat, kemungkinan besar hampir sama dengan yang terjadi di Karanganyar, Jawa Tengah.

Hal ini disampaikan Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, saat dihubungi okezone, Sabtu (9/10/2010).

Meski belum mendapat informasi detail dari polisi, dirinya berpendapat besar kemungkinan ledakan yang terjadi di wilayah Kembangan hampir mirip dengan yang terjadi di Karanganyar, hanya ledakan tabung gas.

“Jika tidak ada bukti benda (antariksa) jatuh, berupa batu atau logam, lalu dilihat dari struktur ledakan yang mengarah keluar, maka dipastikan itu hanya ledakan gas, bukan meteor,” ujar Profesor Thomas.

Dipaparkannya, mengambil contoh ledakan di Karanganyar, Jawa Tengah, yang terjadi pada Senin, 4 Oktober 2010 lalu, ada kebocoran regulator gas yang terjadi dan menyebabkan ledakan yang disertai api yang tidak terlalu besar. Pemantik api tersebut kemungkinan besar berasal dari sistem termostat kulkas atau energi listrik yang menyala.

“Sifat gas elpiji itu lebih berat dari udara. Meski ada sirkulasi di atap dapur atau lubang ventilasi, ternyata tidak membuang gas yang sudah lebih dulu terakumulasi di bawah. Dalam kasus Karanganyar, sistem termostat kulkas memantik gas yang sudah memuai di udara. Hal ini yang menimbulkan tekanan besar dalam ruangan dan menyebabkan semua terlontar keluar,” papar Profesor Thomas.

Selain itu, lanjut Profesor, ledakan gas bisa saja tidak menimbulkan api yang menyala jika tidak ada materi yang mudah terbakar di sekitar titik ledak. Bahkan gas yang terbakar di udara menimbulkan panas yang cukup tinggi sehingga memungkinkan plastik meleleh karena paparan panas yang ditimbulkan gas. Dalam kasus Karanganyar, di sekitar titik ledak terdapat kain penutup kulkas yang mudah terbakar sehingga menimbulkan api menyala serta termostat kulkas sebagai pemantiknya.

Mengenai kemungkinan adanya aktivitas meteor yang jatuh, Thomas sendiri belum melakukan pengecekan. Meski awal bulan ini ada aktivitas meteor orionid namun dalam kasus ini ia yakin jika meteor bukanlah penyebab ledakan yang terjadi di Kembangan.

(Lusi Catur Mahgriefie)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement