Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DKI Yakin 6 Pintu Air Rampung Akhir Tahun

Tri Kurniawan , Jurnalis-Selasa, 16 November 2010 |23:10 WIB
DKI Yakin 6 Pintu Air Rampung Akhir Tahun
Ilustrasi (Ist)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kejar target untuk menyelesaikan proyek pembangunan pintu air di enam kali yang ada di wilayah Ibu Kota ini.

Keenam pintu air tersebut akan dipasang di daerah Duri, Kecamatan Tambora, Tomang, Kapuk Poglar Kecamatan Cengkareng, Kapuk Muara Kecamatan Cengkareng, Kebon Nanas, Kartini Lima, dan Jayakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto usai meninjau langsung meyakini proyek pembangunan enam pintu air di Jakarta akan bisa selesai pada akhir 2010 ini, meski tinggal menyisakan waktu satu bulan.

"Saya yakin bisa selesai, jika mengerahkan orang dan alat lebih banyak lagi. Saya sudah katakan kepada kontraktor jangan menyalahi aturan kontrak yang sudah disepakati," tegasnya di Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/10/2010).

Hanya saja, dia tidak menjamin proyek yang menghabiskan APBD Rp20 miliar untuk satu pintu air bisa menyelamatkan masyarakat Jakarta dari banjir tahunan. "Enam kali itu hanya penyambung dari saluran kecil ke banjir kanal barat. Kalau saluran kecilnya tetap tersumbat sampah, saluran penyambungnya percuma," katanya.

Saat menyambangi Kali Duri yang menghubungkan sungai Tubagus Angke dan Banjir Kanal Barat, Wagub sempat terkejut. Betapa tidak, setengah dari aliran sungai tersumbat oleh sampah dan rumah warga.

Agar saluran sungai kembali normal, Pemprov DKI memasang pompa air dan memasang sheet pile, sejak satu sepekan yang lalu. Sementara 27 rumah yang menyita setengah luas kali sudah dibongkar guna melebarkan luas kali menjadi 12 meter.

Usai meninjau pembangunan pintu air Duri, Prijanto bergegas melihat pembagunan pintu air Kali Apuran, Kelurahan Kapuk Poglar, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Keberadaan Kali Apuran yang lebih rendah dari Banjir Kanal Barat dan laut menurutnya, jadi penyebab aliran sungai menjadi lamban jika kondisi curah hujan tinggi.

"Nanti cara kerjanya, jika curah hujan tinggi pintu air akan ditutup kemudian air Kali Apuran akan disedot dengan pompa," jelasnya. Prijanto berharap semua tokoh masyarakat dan tokoh agama selalu mengingatkan, mengajak warganya menjaga saluran air jangan sampai tersumbat sampah.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement