MEDAN - Mantan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksan Tinggi Jawa Tengah, Cirus Sinaga ikut disorot dalam kasus Gayus Tambunan. Apalagi, Gayus juga menegaskan Cirus memang terlibat dalam kasus penggelapan pajak.
Tak heran jika rumah mewah milik Cirus di Jalan Busi Nomor 11 Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medan Kota, Medan, Sumatera Utara, belakangan ini seringkali diincar oleh para wartawan. Mereka bermaksud ingin mengkonfirmasi kasus tersebut, jika kebetulan menemukan Cirus berada di Medan.
Apalagi, salah seorang warga di kawasan tersebut mengakui bahwa mantan jaksa itu sesekali memang terlihat pulang ke Medan, meskipun dulu lebih sering tinggal di Jakarta. Sejak dibangun sekitar empat tahun yang lalu, warga di kawasan tersebut memang sudah biasa melihat mobil mewah keluar masuk ke rumah tersebut.
"Kadang-kadang kutengok dia di rumah. Tapi, lebih sering gak nampak di rumah, mungkin di Jakarta atau di mana. Di sini yang tinggal istri dan anak-anaknya," ungkap salah seorang warga bermarga Manurung, Sabtu (22/1) malam tadi.
Menurutnya, istri Cirus memang bekerja di Medan. Begitu juga anak-anaknya yang bersekolah di ibukota Provinsi Sumut ini. Namun, ia mengaku tidak tahu banyak tentang keluarga Cirus, karena keluarga itu jarang bergaul dengan warga sekitarnya.
Begitu pun ketika wartawan menyambangi rumah tersebut, Sabtu (22/1) malam, pagar tinggi dari besi di rumah itu terkunci. Pintu rumah tersebut juga terlihat ditutup rapat. Namun, lima unit mobil mewah nampak terparkir di halam rumah, meskipun Manurung, tetangga Cirus mengaku tidak tahu sejak kapan mobil tersebut berada di sana.
Rumah berlantai dua itu sendiri berdiri sangat mencolok dibandingkan rumah-rumah warga lainnya di sekitar daerah itu. Harga rumah yang didirikan di atas sebidang tanah berukuran 15x50 meter itu sempat dikabarkan mencapai sekira Rp 2 miliar. Namun, pihak Kejaksaan Agung pernah membantahnya, bahwa rumah tersebut hanya bernilai sekitar Rp500 juta.
Lokasi rumah bertingkat dua itu tak jauh dari gedung Pusat Diklat Pekerjaan Umum Wilayah I Medan. Halaman rumah bercat kuning itu terlihat dilengkapi dengan sebuah lapangan basket mini dengan satu tiang. Bahkan, kabarnya pagar rumah tersebut juga dilengkapi dengan alat berteknologi canggih.
Selain rumah mewah itu, kabarnya Cirus juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 33,2 hektare yang berjarak sekitar 60 km dari Lubuk Pakam, ibu kota Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Kebun tersebut dibelinya sekitar pertengahan 2009 dengan harga Rp 2,8 miliar. Cirus sendiri sebelumnya juga pernah bertugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam pada periode 2005-2008.
Nama Cirus sendiri mulai akrab di telinga masyarakat sejak sepak terjangnya dalam menangani kasus pidana pembunuhan Nasrudin Zulkarnain pada awal 2010 lalu. Ia menjadi Jaksa Penuntut Umum dalam kasus yang melibatkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar sebagai aktor di balik peristiwa pembunuhan tersebut.
Ketenaran pun diraih Cirus seiring dengan berjalannya kasus tersebut, di mana akhirnya Antasari divonis dengan hukuman 15 tahun penjara oleh pengadilan. Namun, April 2010 Cirus malah disorot karena diduga terlibat dalam permasalahan makelar kasus yang melibatkan Gayus Tambunan dalam penggelapan dana yang kemudian diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
Bahkan, akhirnya Cirus pun dicopot dari jabatannya sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksan Tinggi Jawa Tengah oleh Kejaksaan Agung, pada 8 April 2010 lalu. Selain itu, Direktur Pra Penuntutan Kejagung Poltak Manullang juga dicopot dari jabatannya, karena sama-sama dinilai tidak cermat saat menangani kasus Gayus tersebut.
Hingga saat ini, kasus tersebut terus bergulir hingga melibatkan beberapa nama pejabat tinggi di Indonesia. Tentunya, kasus ini mendatangkan masalah besar bagi Cirus.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.