SOLO - Virus avian influenza atau flu burung mulai menyerang unggas di Kota Solo, Jawa Tengah. Dari hasil pemeriksaan oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Solo terhadap 11 ekor ayam warga yang mati mendadak, sebanyak delapan di antaranya positif flu burung.
Hal ini dikatakan Kepala Dispertan Solo, drh Wenny Ekayanti di Solo. Menurut Wenny, pemeriksaan dilakukan terhadap ayam yang mati mendadak milik warga RT 0I/03, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan pada Senin, 21 Februari lalu.
“Begitu mendapatkan laporan dari warga mengenai ternaknya yang mati mendadak, kami langsung melakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil tes, ternyata hasilnya positif terkena avian influenza,” jelasnya.
Selajutnya, bangkai ayam yang positif flu burung langsung dimusnahkan. Selain memusnahkan bangkai tersebut, tim PDSR (Participatory Disease Surveillance and Response) dari Dispertan juga mensterilkan lingkungan di sekitar lokasi ayam yang mati.
“Kami langsung melakukan tindakan pencegahan penyebaran virus dengan melakukan sterilisasi di kawasan tersebut. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena lokasinya sudah disterilkan,” imbuhnya.
Dispertan juga langsung melakukan koordinaasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo melalui Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan terhadap pemilik unggas.
Pemilik ayam yang mati mendadak tersebut juga langsung mendapatkan pemeriksaan dan hasilnya mereka negatif virus flu burung. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, menurut Wenny hingga saat ini tidak ada penularan virus dari ayam ke manusia.
“Masa pancaroba seperti saat ini sangat rentan bagi unggas terserang virus flu burung. Biasanya musim seperti ini, banyak unggas yang mati mendadak karena daya tahan mereka juga turun,” terangnya.
Dispertan juga memperketat pengawasan terhadap ternak di Kota Solo, meskipun ternak unggas di Solo tak banyak. Selain itu mereka juga memperketat pengawasan peredaran ayam karena Solo merupakan tempat keluar masuk distribusi ayam.
“Apalagi wilayah di sekitar Solo seperti Klaten saat ini juga sudah merebak penyebaran flu burung pada ayam. Pengawasan rutin akan lebih diperketat,” tegasnya.
(Anton Suhartono)