SURABAYA- Restoran cepat saji, Pizza Hut di Surabaya, Rabu malam mendapat ancaman bom melalui telepon. Akibatnya, pihak restoran menutup paksa pelayanan dan melaporkan kejadian ini ke Polisi.
Sejumlah anggota tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur langsung melakukan penyisiran di setiap sudut ruangan restoran Pizza Hut di jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya. Tim Gegana juga memfokuskan pemeriksaan pada sebuah paket kardus air mineral yang dicurigai sebagai bom.
Selama pemeriksaan dan penyisiran yang berlangsung lebih dari satu jam ini, pihak restoran terpaksa menutup serta menghentikan layanan. Bahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan polisi juga menutup jalan Manyar Kertoarjo atau di sekitar kawasan restoran.
Sayangnya, tidak ada pihak yang bersedia dikonfirmasi terkait ancaman bom ini dengan alasan tidak berwenang memberi komentar. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Akbp Anom Wibowo memilih menghindar dari kejaran wartawan, begitu pula dari pihak restoran yang juga menolak berkomentar.
Sementara, Wakapolsek Gubeng, Akp Lukito meski tidak berkomentar banyak mengakui ancaman tersebut terjadi pukul 19.00 WIB. Sementara paket barang yang dicurigai sebagai bom hanya berisi peralatan memasak yang memang di pesan pihak restoran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rabu (16/3/2011) sekitar pukul 19.00 WIB seorang karyawan restoran menerima ancaman bom melalui telepon. Pelaku terror mengungkapkan terdapat paket bom di restoran.
Namun, setelah dilakukan penyisiran tim gegana tidak menemukan bom atau barang yang dicurigai sebagi bom. Setelah dipastikan aman dan steril, tim gegana dan pihak kepolisian meninggalkan lokasi kejadian serta membuka kembali jalan di kawasan tersebut.
(Stefanus Yugo Hindarto)