BANDUNG- Cuti bersama yang ditetapkan pemerintah dinilai malah merugikan layanan publik, terutama bidang kesehatan.
Hal ini diungkapkan Anggota Komisi E bidang kesehatan dan kebudayaan DPRD Jawa Barat Achmad Riza.
Menurutnya, ditundanya puluhan agenda operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, adalah bukti bahwa kebijakan cuti bersama merugikan publik.
"Cuti bersama pasti menjadi banyak alasan yang memengaruhi layanan publik," kata Achmad saat dihubungi okezone via telepon, Rabu (1/6/2011).
Penudaan operasi itu adalah efek cuti bersama. Efek lain, lanjutnya, bisa jadi cuti bersama membuat pasien sulit menemui dokternya. Hal ini jelas mengganggu kenyamanan publik yang berhak menerima layanan. "Sehingga masyarakat menjadi dirugikan," ujarnya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mencontohkan, cuti bersama bisa jadi membuat banyak pasien yang mengeluh karena tidak adanya dokter atau tertundanya layanan.
Selain itu, cuti bersama juga membuat agenda layanan publik khususnya bidang kesehatan menjadi tertumpuk seperti di RSHS. Pasalnya, agenda yang seharusnya dikerjakan minggu ini menjadi digeser pengerjaannya minggu depan setelah cuti bersama. Belum lagi di sektor publik lainnya seperti pendidikan, perbankan, keamanan, dan lainnya.
"Sehingga cuti bersama malah menambah peer yang belum tuntas. Jadinya malah tidak efektif bagi kinerja," tegasnya.
Padahal, kesehatan menjadi sektor yang tidak boleh terganggu oleh cuti bersama. Pelayanan di sektor ini tidak memungkinkan ditunda mengingat sakit dan kecelakaan tidak bisa dicegah dan diprediksi.
"Logikanya, sakit dan kematian kan tidak bisa diketahui datangnya kapan. Jadi sektor kesehatan ini tidak bisa ikut cuti bersama," ujarnya.
Dia menyarankan, perlu ada pengaturan dan pembagian. Misalnya dokter yang pada saat cuti bersama sebelumnya kebagian libur, pada cuti bersama kali ini tidak dapat cuti.
"Sektor kesehatan ini jelas tak boleh mendapat cuti bersama sebab berimplikasi pada kematian. Selain itu, hak pasien adalah mendapatkan pelayanan kesehatan," tegasnya.
Achmad mengaku tengah mengkaji kebijakan cuti bersama tersebut. Dia khawatir, Indonesia terlalu sering melakukan cuti bersama atau libur yang malah melemahkan etos kerja dan disiplin.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.