JAKARTA - Dewi Yasin Limpo membantah adanya percakapan antara dirinya dengan putri mantan Hakim Konstitusi Arsyad Sanusi, Neshawati, di parkiran kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 2010 lalu.
"Jelas bahwa yang menelepon pakai bahasa daerah itu kakak saya. Ibu Nana itu yang saya telpon. Saya tidak pernah kasih telepon ke Nalom. Darimana itu Nalom buat-buat cerita," kata Dewi saat rapat di Panja Mafia Pemilu di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/7/2011).
Selain itu, Dewi pun membantah pernyataan Nalom Kurniawan bahwa dirinya telah mengcopy surat putusan MK di gedung MK ditemani Masyhuri Hasan. "Tidak pernah ke MK minta kopian," tuturnya.
Tak hanya itu, Dewi juga menyangkal bahwa dirinya masuk ke dalam mobil Nalom dan meminta agar kasusnya dipermudah. "Saya masuk ke mobilnya, emang cakapan apa mobil dia," kata Dewi kesal.
Sebelumnya, di hadapan Panja Mafia Pemilu Komisi II DPR, panitera pengganti Mahkamah Konstitusi Nallom kurniawan mengaku bahwa dirinya pernah bertemu dengen Dewi Yasin Limpo di Kantor KPU, saat dirinya ditugaskan mengantar surat putusan MK.
Menurut Nalom, Dewi saat itu menelpon seseorang dengan bahasa yang tidak diketahuinya lalu diberikan kepada Nalom. “Telepon diberikan ke saya, dan itu ibu Neshawati. Dia bilang tolonglah dipahami itu ibu Dewi, dia sudah berjuang untuk jadi anggota dewan. Saya tanya Hasan boleh tidak, Hasan jawab boleh saja,” ujar Nalom saat dimintai keterangan oleh Panja.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.