Share

Ahmad Yani Akan Usut Penyebar Isu Kursi Haram

Susi Fatimah, Okezone · Kamis 15 September 2011 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 15 339 502982 5zqRZ6bQfA.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani mengaku akan mencari tahu biang keladi kasus yang kini menimpanya terkait kursi haram di DPR.

"Dengan kasus ini telah membunuh karakter saya. Saya akan cari biang di balik ini semua," ujar Ahmad Yani dalam jumpa pers di Gedung DPR Jakarta, Kamis (15/9/2011)

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Yani menuturkan kasus ini bergulir lantaran banyak pihak-pihak yang tidak menyukai sikapnya yang kerap melontarkan pernyataan tajam terkait kasus-kasus besar. Meski dihadapkan oleh masalah tersebut, Yani mengaku tidak akan bungkam terkait isu-isu besar yang tengah ia suarakan.   

"Kasus ini tidak akan membuat saya menyurut. Saya akan terus mengusut korupsi dimana-mana, kasus-kasus besar, tidak akan menyurutkan saya untuk berhenti bicara," tutur anggota komisi hukum DPR ini.

Selain itu, Yani mengaku siap dikonfrontir oleh KPU maupun MK terkait kasus perolehan suaranya ketika maju dalam calon legislatif dari partai berlambang Kabah tersebut.

"Saya siap sebagai warga negara yang baik, saya persilakan MK dan KPU buka fakta. Saya siap dikonfrontir," katanya.

Tak hanya itu, pria asal Sumatera Selatan ini juga siap meletakan kursi jabatannya sebagai anggota dewan bila terbukti menyalahi aturan.

"Saya siap serahkan kursi saya ke dia kalau terbukti satu saja suara dia diambil saya. Saya siap menyerahkan, daripada saya kehilangan hak moral saya. 

Kalau dia merasa suara dia hilang silahkan proses," paparnya.

Bagi Yani, kasus ini mirip seperti mumi di Piramida Mesir yang sudah lama tak terdengar namun sengaja dibangunkan kembali untuk sebuah kepentingan, terlebih saat ini DPR memfasilitasi dengan adanya panja mafia pemilu di Komisi II. 

"Ini kasus mumi sudah lama mati, tapi karena ada panja jadi coba-coba. Ya saya ladeni orang yang coba-coba itu," tandasnya.

Seperti diketahui, kasus Ahmad Yani ini bermula pada Pemilu 2009, perolehan total suara PPP dari Dapil tersebut adalah sebanyak 68.061 suara. Usman Tokan meraih urutan pertama dengan memperoleh sebanyak 20.728 suara dan Ahmad Yani mendapat urutan kedua dengan 17.709 suara.

Dikarenakan ada dugaan sebanyak 12.951 suara yang hilang, kemudian PPP menggugat ke MK dengan Ahmad Yani sebagai kuasanya. Diduga gugatan tersebut juga berisi permintaan Ahmad Yani agar tambahan suara diberikan untuk dirinya.

MK mengabulkan gugatan tersebut dengan mengeluarkan surat putusan MK No. 80/PHPU.C-VIII/2009 tanggal 22 Juni 2009 yang menyatakan bahwa ada 10.417 suara PPP yang hilang. Amar putusan tersebut menyatakan perhitungan suara yang benar untuk PPP dari Dapil 1 Sumsel adalah 78.478 untuk suara partai dan perolehan suara untuk caleg tetap.

Surat keputusan MK itu juga diperkuat oleh surat dari KPU Sumatera Selatan Nomor 254/KPU.SS/VIII/2009 tanggal 22 Agustus 2009 yang menegaskan bahwa tambahan suara tersebut milik partai bukan untuk caleg.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini