JAKARTA - Sistem 3 in 1 di jalan protokol di Jakarta, dimanfaatkan sekelompok orang tertentu untuk mengais rezeki, dengan menawarkan jasa sebagai penumpang tambahan atau lebih dikenal dengan joki.
Dalam satu hari, joki bisa mendapatkan penghasilan Rp20.000 hingga Rp100.000. Hal tersebut diamini oleh salah seorang joki, Pipit, yang biasa menjadi joki di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
"Rp20.000 hingga Rp50.000, pernah juga mendapat Rp100.000, itu kalau orangnya baik," ujar Pipit kepada okezone, Rabu (5/10/2011).
Namun, lanjutnya, bila sedang sepi, penghasilan yang didapat sangat minim. Satu hari terkadang hanya mendapat satu mobil dan seringkali tidak mendapat satu mobil pun.
Pantauan okezone, di kawasan Pintu Satu Senayan, joki-joki mulai ramai berdiri di tepi jalan sejak pagi. Rata-rata joki tersebut adalah wanita, dan tidak sedikit dari mereka yang membawa bayi.
Pipit mengaku sengaja membawa putrinya yang masih berusia dua tahun lantaran tak tega meninggalkannya seorang diri di rumah. Setiap harinya, Pipit yang sudah tujuh tahun menjadi joki ini, sudah berada di pinggir jalan sejak pukul 07.30 WIB, sambil terus berupaya menawarkan jasanya kepada para pengendara mobil yang melintas di sana. Sementara, anaknya masih tertidur pulas di dekapannya. (sus)
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.