getting time...

MenPAN: PNS Banyak yang Tak Punya Skill & Cuma Bisa Main Games

Salman Mardira - Okezone
Kamis, 3 November 2011 16:03 wib
Ilustrasi (foto:Ist)
Ilustrasi (foto:Ist)

BANDA ACEH- Pelayanan birokrasi di Indonesia diakui masih rendah dibanding negara lain yang lebih maju.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar menyatakan ada tiga masalah besar dalam birokrasi di negeri ini yang membuat pelayanan publik tidak berjalan baik.

"Tiga hal yang menjadi masalah besar dalam birokrasi di Indonesia sekarang, semuanya perlu direformasi secara menyeluruh, terkoordinir dan bertahap, tidak bisa dilakukan sekaligus," kata Azwar di depan sejumlah pejabat di Meuligo (Pendopo) Gubernur Aceh di Banda Aceh, Kamis (3/11/2011).

Okezone.com Vote Form : 524476

Anda setuju dengan Moratorium PNS?

Masalah pertama adalah banyaknya jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetapi kebanyakan diantara mereka tidak memiliki skill sehingga sering tidak tahu apa yang harus dikerjakannya. "PNS penuh, enggak ada kerja, di kantor cuma main games," mantan plt Gubernur Aceh itu.

Kemudian distribusi PNS yang tidak merata dan sesuai kebutuhan. Penempatan PNS sering menumpuk di perkotaan.  "Seperti penempatan guru misalnya, ada sekolah yang satu mata pelajaran diasuh oleh tiga guru, sementara di sekolah lain seorang guru harus mengajar tiga pelajaran karena kurang guru. Ini terjadi hampir disemua daerah, tidak hanya di Aceh," sebut Azwar.

Masalah lain, lanjut dia, adalah buruknya proses perekrutan atau mengandung unsur Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Proses tes penerimaan PNS sekarang dinilai juga belum menjurus kepada menguji skil dan kemampuan.

Menurut Azwar masih ada waktu untuk memperbaiki semua kelemahan sekarang. Pemerintah, kata dia, sangat serius mereformasi birokrasi sekarang bahkan untuk mewujudkannya sudah diikut sertakan tim independen dari non Pemerintah yang lebih profesional dan tim quality assurance yang terdiri dari unsur BPKP.

Kedua unsur ini dimasukkan dalam struktur Badan Reformasi Birokrasi Indonesia yang dipimpin Wakil Presiden Budiono, dengan anggtota terdari dari Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Menko Kesra, Meneg PAN-RB, Mendagri dan Menteri Keuangan.

Azwar mengatakan dibawah kendalinya, MenPAN tidak membuat lagi rancangan khusus untuk mereformasi birokrasi, karena desain yang ada dinilai sudah memadai hanya saja selama ini kurang berjalan. Untuk menjalankannya butuh dukungan dan keseriusan tiga elemen Pemerintahan yaitu di Pusat, daerah dan kabupaten/kota.

Pemprov dan pemkab/pemkot diminta jangan bersikap pasif melainkan harus ikut membantu menata pelayanan birokrasinya sehingga benar-benar berkualitas.

Azwar juga mengimbau agar masyarakat merubah pola pikir (mind set) bahwa lapangan kerja yang menjanjikan itu PNS. Untuk sementara ini pihaknya serius menjalankan moratorium PNS untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Menurut dia lapangan kerja akan terbuka luas di Indonesia kalau investasi meningkat. Untuk meningkatkan investasi hal yang sangat penting dilakukan adalah mereformasi birokrasi.

"Kalau pelayanan birokrasi bagus, yakinlah akan banyak yang mau investasi di Indonesia dan itu akan membuka banyak lapangan kerja," sebut Azwar.


(ugo)

  • fans_motogp » 0 Tanggapan
    Saat ini kerja PNS kecuali pejabat atas, simplenya bisa dibagi atas beberapa kriteria: -pelayanan dan perijinan, umumnya punya objek yang dilayani seperti pembuatan paspor, KTP, pajak, bea cukai, KPPN dll.. - analisis, mumnya kerjanya menghasilkan suatu rekomendasi atau kajian atau assessment terhadap suatu hal yang akan diputuskan oleh pimpinan. Pekerjaan ini biasa dilakukan oleh pegawai kantor pusat. - fungsional khusus, seperti pemeriksa, dokter, guru, penyuluh, dimana kerjanya suatu mempunyai target yang konkret untuk diselesaikan per orang. Untuk tipe ini biasanya lebih mudah diukur kinerjanya, - Administrasi/tata usaha, fungsi ini sebaiknya dikurangi perlahan-lahan karena komputer sudah dapat menggantikan sebagian besar kerja administrasi. Kalau perlu outsorcing karena tidak membutuhkan keahlian khusus. Dengan pemetaan seperti ini, maka akan memudah menilai kinerja masing-masing pegawai, dan pegawai yang kinerjanya buruk tidak dapat berlindung dari pegawai2 yang kinerjanya bagus. Sekarang MenPan hanya mengatur mengenai disipin pegawai namun untuk penilaian kinerja masih kurang. Apabila pengukuran kinerja sudah konkret maka akan mudah untuk membangun motivasi kerja pegawai dan pengembangan karirnya..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • notocoroko » 1 Tanggapan
    lihat dulu back groundnya dong saat ini perekrutan banyak dari sarjana universitas ternama bahkan ada yang di luarnegeri, toefl 500 keatas, pernah kerja di swasta dengan kenerja yang memuaskan, mampu kejar target, bisa kerja under presure, mampu bersaing dan kemampuan seabreg lainnya. di instasi saat ini dengan kemampuan seabreg seperti itu tugasnya nganter surat, mencatat surat kelua masuk, ngetik surat, menyusun duk, menuruti permintaan atasan dan senior, dan sejenisnya. tapi kalo itu semua dihajar dengan gaji PNS TKN dll, sekarang ini aku rasa wajar deh. kita semuanya mestinya bangga bisa masuk DKI apapun resikonya :) dan lagi memoratium penting untuk mencut pegawai kok. semakin jauh jarak antara senior dengan junior semakin bagus. golongan III/d dan III/c yang ngantri banyak tau.
    • riri
      Jangan Lupa Juga di terapkan sistem Reward and punishment karena selama ini ada PNS yang rajin bekerja, di sisi lain ada yg hanya leha-leha tidak jelas kerjaannya. Dengan adanya sistem reward and punishment PNS akan menjadi lebih takut untuk tidak bekerja. Sistem Reward selama ini masih pasif dan tidak dinilai kurang berharga seperti pemberian medali, dsb, sebaiknya di hilangkan, berikan saja uang sebagai reward tp jgn khawatir untuk memecat pegawainya jika terindikasi melakukan tindak korupsi dan malas bekerja. Terima kasih
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Bagong » 1 Tanggapan
    buat pak menteri......memang banyak sekali pns yang tidak produktif...tetapi kenapa masih ada saja penerimaan PNS....bapak sebagai menteri apa tidak sadar atau tambeng melihat itu.....koordinasikan dengan daerah petakan PNS sesuai dengan tupoksi dan bapak melihat itu di mana pns yang tidak produktif tindak dong...jangan bisanya komentar pidato memberitahu pns bobrok...TINDAK....daripada omong doang...dan untuk para PNS JANGAN SEKALI-SEKALI MENCONTOH PNS DI JAKARTA
    • riri
      Pencintraan mas untuk pemilu yang akan datang, biar ada anggapan pemerintahan saat ini sudah perfect gt loh !! kekeke
    Beri Tanggapan Laporkan
  • whoiam » 0 Tanggapan
    gak heran sih, rata2x alasan temen2x saya pas saya tanya, "Kenapa kok mau aja sih jadi PNS, gajinya kan gak gede2x amat" rata2x jawabannya, "enak jadi PNS, kerja nyantai tapi gaji tetep ngalir tanpa kena potongan, yg penting mah rajin masuk" ckckckck
    Beri Tanggapan Laporkan
  • _Rongga_ » 1 Tanggapan
    Seharusnya menpan malu mengucapkan itu, apakah di dlm pikirannya terbersit atau tdk sesungguhnya rusaknya birokrasi(PNS) tersebut tidak punya skill juga krn yg jadi PNS adalah org yg mampu bayar dgn uang bukan dgn skill. berkaca dong, udah diludahin kok masih bilang pada masyarakat"org2 saya ngludahin saya" Menpan sekarang spt nya g bawa perubahan apa2 jk hal spt itu beliau tdk fhm. apa g malu tuh..!
    • sibodohberguna
      ngapain malu mengakui kekurangan. justru orang yg malu mengakui kekurangan adalah ciri orang sombong dak mau maju!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.