Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

110 KRL Jabodetabek Sudah Uzur

110 KRL Jabodetabek Sudah Uzur
KRL Ekonomi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ), selaku pengelola kereta rel listrik ibu kota, mengeluhkan sejumlah kendala yang berimbas pada menurunnya kualitas pelayanan, seperti penumpukan penumpang dan sering terjadinya gangguan perjalanan KRL.

Menurut Sekretaris PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) Makmur Syaheran, secara umum pihaknya masih direpotkan dengan minimnya sarana dan prasarana pendukung transportasi massal ini.

“Yang dimaksud dengan prasarana yaitu rel, jembatan, sinyal, stasiun, listrik aliran atas infrastruktur. Kalau sarananya ya keretanya sendiri. Kalau masalah sinyal sudah kita usulkan agar secepatnya diganti bagi yang sudah tidak layak pakai,” katanya kepada okezone di Stasiun Djuanda, Jakarta, Jumat (25/11/2011) malam.

Sementara kendala yang dihadapi pihaknya dalam hal sarana adalah banyaknya kereta yang sudah tidak laik beroperasi. “Mayoritas kereta ekonomi rata-rata sudah uzur (tua). Rata-rata kereta buatan tahun 1976. Kalau ingin dibetulkan sparepartnya sudah tidak ada,” lanjutnya.

Syaheran menjelaskan, sedikitnya ada 110 unit kereta yang sudah layak beroperasi. Kendati demikian, pihak KCJ tetap mengoperasikan kereta-kereta tua ini dengan belum ada penggantinya.

“Lagipula kalau diganti dengan kereta commuter line, saudara-saudara kita yang mungkin belum beruntung, kira-kira bisa membayarnya enggak. Hal itu yang kita pikirkan juga karena mereka harus diangkut,” tambahnya.

Karena itu, kata dia, harus ada mekanisme subsidi yang diberikan pemerintah kepada warga Jakarta yang tidak mampu membayar tarif KRL Komuter.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement