Banjir Rob di Jakarta Masuk Tingkat Ekstrim

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA- Kawasan utara Ibu Kota Jakarta, hingga saat ini masih terus dihantui dengan datangnya banjir rob (air pasang). Tanggul penahan air pasang yang dipasang oleh Pemprov DKI, yang semula diharapkan dapat mencegah luapan air, saat ini harus dilakukan penguatan dan peninggian.

Pasalnya air pasang yang mencapai 250 sentimeter pada Jumat (25/11/2011) lalu bisa lebih parah saat diterjang angin kencang, sehingga bisa mengakibatkan bajir diwilayah sekitar.

"Tidak ada tanggul yang roboh. Level tertinggi kenaikan air itu 250 sentimeter, standarnya 3 meter. Tapi karena ada angin yang cukup kencang jadi limbas airnya," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, usai apel kesiapsiagaan banjir di lapangan Monas, Jakarta, Rabu (30/11/2011).

Namun demikian, Fauzi mengaku bahwa kasus tersebut sudah memasuki tahapan ekstrim. Oleh karena, Foke mengatakan harus dilakukan penambahan ukuran dan kekuatan tanggul. Hal ini dalam 5 tahun ke depan harus ada penyelesaian secara makro, salah satunya dengan membangun Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall.

"Kasus ini dalam format yang ekstrim di pantai utara Jakarta. Diikuti dengan angin kencang. Ada land subsidence (penurunan muka air tanah)," tandasnya.

Fauzi menambahkan, saat ini masih banyak perumahan di kawasan itu yang belum dibangun, sehingga proses pembangunan tanggul juga belum bisa dilaksanakan.

"Banyak perumahan yang belum dibangun, jadi tanggulnya juga belum dibangun. Ini sisi selatan. Yang di sisi utara, karena ada sistem polder, jadi kering. Saya rapat dengan para ahli penanggulangan banjir, untuk sementara waktu tiga meter bisa memadai. Namun sejak kejadian 250 cm ini harus menambah ukuran dan kekuatan tanggul," jelasnya.

(crl)
Live Streaming
Logo
breaking news x