Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

32 Peserta Muscab Muhammadiyah Keracunan

Genta Wahyu , Jurnalis-Senin, 19 Desember 2011 |21:25 WIB
32 Peserta Muscab Muhammadiyah Keracunan
Ilustrasi (foto:Ist)
A
A
A

KLATEN- Sebanyak 32 warga Delanggu, Klaten mengalami keracunan makanan.

Dari informasi yang dihimpun okezone, warga keracunan setelah menyantap nasi kotak dengan lauk ayam goreng yang dihidangkan saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Pemuda Muhammadiyah Delanggu, Klaten.

Awalnya, usai menyantap makanan kotak yang disajikan, mereka tidak merasakan apa-apa. Namun, tak lama kemudian mereka yang mayoritas peserta Musyawarah Pemuda Muhammadiyah merasakan sakit pada perut yang luar biasa.

Seketika itu juga, mereka meminta dibawa ke PKU Muhammadiyah, Delanggu.  Total pasien yang mendapat perawatan di RS PKU Muhammadiyah Delanggu mencapai 32 orang.

“Tidak ada yang menjalani rawat inap di rumah sakit. Semua warga yang keracunan hanya mendapat rawat jalan dan diberi obat. Mereka berasal dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Delanggu,” ujar Humas RS PKU Muhammadiyah Delanggu Diniyah Lestari, Senin (19/12/2011).

Dia menambahkan, warga mengeluhkan sakit perut dan diare. Setelah menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD). Warga yang keracunan diperbolehkan untuk pulang ke rumah.

“Jumlah sampai hari ini  ada 32 warga yang keracunan yang rawat jalan. Mereka datang tidak bersamaan namun saling bergantian,” tambahnya.

Sementara salah satu peserta Muscab Pemuda Muhammadiyah Delanggu Mardi (37) mengatakan, Muscab sendiri digelar di SMA Muhammadiyah 2 Delanggu. Ada sekitar 150 orang yang datang dalam Muscab tersebut.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement