JAKARTA - Mabes Polri menyatakan siap memenuhi tantangan Komisi Nasioanl Hak Asasi Manusia (HAM) untuk membuktikan secara medis bahwa Syarifudin Arrahman (32), meninggal karena sakit perut.
Versi Komnas HAM, Syarifudin tewas akibat bentrokan dengan aparat kepolisian di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu 24 Desember lalu.
"Ya, tidak ada masalah kalau pihak keluarga bersedia," kata Saud, Jumat (6/1/2012).
Saud menegaskan, pihak keluargalah yang tahu persis soal penyakit yang diderita Syarifudin. Jika pernyataan polisi diragukan, dia meminta agar Komnas HAM langsung meminta keterangan keluarga. “Kenapa tidak Komnas HAM saja yang meminta pihak keluarga untuk melakukan visum?" ujarnya.
Dalam keterangan sebelumnya, Saud mengatakan bahwa selain dua korban yang ditemukan, memang masih ada satu warga yang meninggal dunia pada 24 Desember 2011. Namun, korban yang bernama Syarifudin itu meninggal lantaran sakit perut. Yang bersangkutan, kata Saud, juga tidak ikut dalam berunjuk rasa yang berujung bentrok itu.
Atas alasan itu, Komnas HAM) meminta Polri membeberkan bukti medis soal penyebab meninggalnya Syarifudin itu. Alasannya, Komnas HAM mengklaim memiliki data valid mengenai Syarifudin tewas akibat bentrokan dengan aparat. Menurut anggota Komnas HAM Ridha Saleh, informasi mengenai sakit perut yang mengakibatkan Syarifudin tewas, belum dapat dipertanggungjawabkan.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.