getting time...

Kronologis Tabrakan Maut Versi Pengacara Afriani

Bagus Santosa - Okezone
Kamis, 26 Januari 2012 20:18 wib
(Tri Kurniawan/Okezone)
(Tri Kurniawan/Okezone)

JAKARTA - Berikut adalah kronologis sebelum kecelakaan maut di Gambir, Jakarta Pusat versi kuasa hukum Afriani Susanti. Malam itu ada tiga lokasi yang didatangi Afriani yakni sebuah kafe di Kemang, Hotel Borobudur dan diskotik Stadium.

Sebelum kejadian maut ini, Afriani cs pergi ke Kemang untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan kliennya.

"Dia ke Kemang ketemu sama rekan kerja. Ngomingin soal project iklan di sana," kata kuasa hukum Afriani, Efrizal saat dihubungi, Kamis (26/1/2012).

Setelah itu, lanjutnya, Afriani cs menghadiri pesta pernikahan di Hotel Borobudur seorang temannya. "Itu untuk pesta pernikahan temannya," tambahnya.

Baru setelah menghadiri pesta pernikahan tersebut, Afriani cs pergi ke sebuah klub malam di Hayam Wuruk, Jakarta Barat. "Setelah itu dia ke Stadium," jelasnya.

Dia menambahkan, saat kejadian kecelakaan, Afriani tidak sedang mabuk. "Setelah dia pakai itu, dia langsung tinggi. Tapi memang tetap melek. Dia sadar enggak kenapa-kenapa. Jadi dia inistiaf sendiri setir mobil," tambahnya.

Karena letih, Afriani kemudian kehilangan kesadaran dan tak bisa mengendalikan mobil hingga menabrak dan menewaskan 9 orang di Gambir, Jakarta Pusat.

“Yah karena mengkin capek pas bawa itu tidak ada kehilangan kesadaran dan enggak ada penghalang di depannya. Enggak ada bus, jadi waktu itu dia bilangnya ngakunya injak rem tapi tahu-tahu mobil kok malah tambah cepat sampai akhirnya nabrak para korban," tambahnya.

Setelah kejadian, Afriani langsung melapor ke ibundanya bahwa telah menabrak orang dan menewaskan 4 orang. "Dia lapor ke ibuya dia nabrak empat orang dia lihat tewas di depan dia," ceritanya. (abe)

 

(amr)

  • Viradinata » 0 Tanggapan
    Wah,,,,,,,pengacara kok percaya saja sm omongan orang mabuk,,pake narkoba. Udah menghilangkan 9 nyawa,,,seolah tidak bersalah... Pak pengacara tanya batin anda,,,kalo seandainya yg ditabrak keluarga anda,,bagaimana perasaan anda,,apa msh membela afriyani,,,,??????????????????????????? Jangan asal percaya pak,,,,,lihat buktinya pak,,,,jelas positif pake narkoba,,mabuk,,,,berkendaraan dengan kecepatan diatas 100,,,,,,,,,,,,,,,padahal di kota disarankan hanya antara 40-50km/jam
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ayhura » 0 Tanggapan
    ass. bagi saya sndiri nie jdi plolajaran brharga bgi kta smua. bhwa sanya bgtu bnyak hal yg tak trduga d dpan sana. smoga hal ini mnjadi pndangan bagi kta.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Jibril » 0 Tanggapan
    Semboyane pengacara kn,maju tk gentar membela yg byar,jdi dia akn mnghalalkn cra dmi mnangny klieny,,udh tdk ad maaf lge bwt afriani,ni bkn kcelakan,tpi fktor kesengajaan,udh tw mbuk msh brani nyetir mbil,hti2 bnyk oknum hkum brmain dbalik ksus ni dmi sesuap nasi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kay » 0 Tanggapan
    hahaha bisa2an neh versinya beda lagi yah pablehbwat lah demi client, mau sadar kek mau gak sadar kek mau kecapean kek intinya korban yg mati 9 org n hbis nge-drug n mabok, buat adilnya n gmpangnya tuh pelaku ditabrkin aja pake xenia jg dgn kcepatan yg sama mang dah di sini nih bgini dah salah msh juga diksh pngacara klo bisa bebas yah sudah yg mati anggap aja lg sial liatin aja tuh yg kmrn2 matiin bnyak org dngan sngaja jg diksh pngcara tp gliran yg gak ada duitnya ky nenek tua, anak kecil herannya dah ksh pngcara tp ttap dipnjara pula mgkin pngcaranya krg jago n krng ahli kale yah... n***s
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gunawar » 0 Tanggapan
    hukum kita emang sinting.....udah tau salah masih dikasih pembelaan....harusnya orang yg difitnah yang dibela....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.