BANDUNG-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Indonesia menyerukan Pemerintah SBY-Boediono mundur dari jabatannya.
Mahasiswa menilai, selama ini pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) -Boediono telah gagal dalam menjalankan roda pemerintahan.
Seruan tersebut disampaikan GMNI dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung. Ada sekira 20-an pengurus GMNI yang merupakan perwakilan dari cabang-cabang GMNI yang ada di Indonesia, seperti Bandung, Sumedang, Cianjur, Surabaya, Blitar, Kutai, Samarinda, dan lain-lain.
"Saya datang jauh-jauh ke Bandung ini untuk refleksi dan koordinasi aksi lebih besar lagi bahwa Pemerintah SBY-Boediono telah gagal," kata Natalis Wada, Ketua DPC GMNI dari Universitas Mulawarman, Samarinda, Senin (21/2/2012).
Aksi tersebut terkait dibukanya kaderisasi GMNI se-Indonesia. "Kaderisasi ini untuk pendidikan politik pada masyarakat, supaya tidak dikibuli janji-janji pemerintah," katanya.
Sementara Ketua DPC GMNI Bandung Helmut Hechtor menambahkan, di bawah Pemerintahan SBY-Boediono, rakyat Indonesia terus mengalami penderitaan. Mulai dari konflik tanah di Mesuji, NTB, hingga pemberantasan korupsi yang tidak kunjung berhasil.
"Kami menuntut Rezim SBY-Boediono mundur sukarela, karena tugas-tugas utamanya telah gagal," kata Helmut.
Aksi tersebut dimulai sekira pukul 09.00 WIB. Para mahasiswa membawa poster dan orasi yanng mengecam kebijakan-kebijakan pemerintah. Selain itu, beberapa mahasiswa ada yang sempat menaiki gerbang Gedung Sate.
Meski begitu, aksi masih bisa terkendali. Puluhan aparat kepolisian turut mengawal aksi yang diselingi hujan besar.
(crl)