Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dinilai Gagal, GMNI Desak SBY-Boediono Turun

Iman Herdiana , Jurnalis-Senin, 20 Februari 2012 |16:19 WIB
Dinilai Gagal, GMNI Desak SBY-Boediono Turun
Ilustrasi (Foto: dok okezone)
A
A
A

BANDUNG-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Indonesia menyerukan Pemerintah SBY-Boediono mundur dari jabatannya.

Mahasiswa menilai, selama ini pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) -Boediono telah gagal dalam menjalankan roda pemerintahan.

Seruan tersebut disampaikan GMNI dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung. Ada sekira 20-an pengurus GMNI yang merupakan perwakilan dari cabang-cabang GMNI yang ada di Indonesia, seperti Bandung, Sumedang, Cianjur, Surabaya, Blitar, Kutai, Samarinda, dan lain-lain.

"Saya datang jauh-jauh ke Bandung ini untuk refleksi dan koordinasi aksi lebih besar lagi bahwa Pemerintah SBY-Boediono telah gagal," kata Natalis Wada, Ketua DPC GMNI dari Universitas Mulawarman, Samarinda, Senin (21/2/2012).

Aksi tersebut terkait dibukanya kaderisasi GMNI se-Indonesia. "Kaderisasi ini untuk pendidikan politik pada masyarakat, supaya tidak dikibuli janji-janji pemerintah," katanya.

Sementara Ketua DPC GMNI Bandung Helmut Hechtor menambahkan, di bawah Pemerintahan SBY-Boediono, rakyat Indonesia terus mengalami penderitaan. Mulai dari konflik tanah di Mesuji, NTB, hingga pemberantasan korupsi yang tidak kunjung berhasil.

"Kami menuntut Rezim SBY-Boediono mundur sukarela, karena tugas-tugas utamanya telah gagal," kata Helmut.

Aksi tersebut dimulai sekira pukul 09.00 WIB. Para mahasiswa membawa poster dan orasi yanng mengecam kebijakan-kebijakan pemerintah. Selain itu, beberapa mahasiswa ada yang sempat menaiki gerbang Gedung Sate.

Meski begitu, aksi masih bisa terkendali. Puluhan aparat kepolisian turut mengawal aksi yang diselingi hujan besar.

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement