TEHERAN - Tim Inspeksi Nuklir PBB (IAEA) mengakui, mereka telah gagal melakukan penyelidikan terkait program nuklir Iran.
"Kami memiliki pembicaraan yang konstruktif, namun tidak ada kesepakatan yang tercapai," ujar ketua IAEA Yukiya Amano seperti dikutip Trend Kamis, (23/2/2012).
Pernyataan Tim IAEA itu disampaikan menyusul ditolaknya permintaan mereka oleh Pemerintah Iran. Sebelumnya tim inspeksi meminta agar Pemerintah Iran mengizinkan mereka mengunjungi komplek militer Parchin yang diketahui sebagai basis militer Iran dan fasilitas pengembangan senjata pemusnah massal yang berada di luar Teheran. Tidak hanya itu, Pemerintah Iran pun menolak permintaan Tim IAEA yang ingin bertemu serta berbincang dengan para ilmuwan yang diduga terlibat dalam program nuklir Iran.
"Tidak ada kesepakatan terkait upaya untuk memulai klarifikasi masalah yang belum terselesaikan sehubungan dengan program nuklir Iran, khususnya yang terkait dengan dimensi militer. Tindakan Iran yang menolak permintaan Tim IAEA ini sangat mengecewakan," ujar Amano.
Namun Iran justru mengeluarkan pernyataan berbeda terkait dengan kunjungan Tim IAEA ke Teheran. Pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengatakan, kunjungan Tim IAEA ke Teheran merupakan kerja sama pada level terbaik yang mereka lakukan.
Belum lama ini Teheran dilaporkan telah memperluas pengayaan nuklirnya di wilayah Fordo, dekat Kota Suci Qom. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi Israel karena fasilitas tersebut diyakini terletak di bawah tanah di kawasan pegunungan dan kemungkinan besar tahan terhadap serangan.
Dalam wawancara pada akhir pekan lalu, para diplomat Barat mengatakan, Iran tengah bersiap untuk menginstal ribuan fasilitas pengayaan uranium generasi terbarunya di situs nuklir Kavernosa.
"Hal ini pertanda bahwa Iran akan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kemampuan senjata mereka menjadi jauh lebih cepat dan lebih efisien dibanding dengan yang mereka miliki saat ini," ujar salah seorang diplomat.
(rhs)